Opini
Krisis Pendidikan atau Krisis Seragam?
Ukuran keberhasilan pendidikan bukanlah bertambahnya jenis seragam yang dikenakan siswa, melainkan berkurangnya jumlah anak putus sekolah.
Karena itu, pertanyaan terpenting dari polemik ini bukanlah berapa jenis seragam yang harus dimiliki siswa. Pertanyaannya adalah apakah kebijakan tersebut membantu lebih banyak anak tetap bersekolah atau justru menambah beban yang harus mereka tanggung.
Di daerah yang masih memiliki ribuan anak tidak sekolah, ratusan sekolah yang membutuhkan revitalisasi, dan lebih dari 173 ribu penduduk miskin, jawaban atas pertanyaan itu seharusnya menjadi kompas utama setiap kebijakan pendidikan.
Sebab masa depan pendidikan tidak ditentukan oleh keseragaman pakaian yang dikenakan anak ketika masuk gerbang sekolah, melainkan oleh kemampuan negara memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal di luar gerbang itu.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Ilustrasi-seragam-sekolah-pelajar.jpg)