Demo Mahasiswa dan Ojol di Mataram
Gedung DPRD NTB Dibakar: Komputer, Kursi, hingga Lukisan Dijarah
Aksi terjadi setelah massa aksi merangsek masuk ke gedung DPRD NTB diawali dengan aksi pelemparan kaca dengan batu dan kayu.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Jalanan tampak penuh dengan coretan cat semprot dengan tulisan bernada protes dan cacian.
Kepala Bagian Kabag Umum Humas DPRD NTB Muhamad Erwan mengungkap detik-detik terbakarnya gedung.
Erwan menyampaikan pihak kepolisian tidak mau bersentuhan langsung dengan para pendemo.
"Koordinasi kami, pihak kepolisian SOP-nya tidak ingin bersentuhan dengan massa aksi. Sehingga ketika massa aksi melakukan anarkis, maka Dalmas Polri dan Sabhara langsung tarik diri ke belakang. Artinya tidak ingin terjadi benturan antara massa aksi dengan kepolisian," jelas Erwan.
Karena tidak ingin terjadi benturan, lanjut Erwan, maka aksi pembakaran tidak terhindarkan.
Erwan menyampaikan, daftar rincian gedung DPRD yang ikut terbakar adalah ruang pimpinan, ruang komisi, ruang fraksi dan ruang-ruang rapat termasuk rapat paripurna DPRD.
"Berkas-berkas kita tidak bisa kita mengamankan karena menganggap demo ini untuk penyampaian aspirasi. Kami tidak menyangka terjadinya anarkis dan pengerusakan. Dan kepolisian tidak ingin bersentuhan dengan massa aksi untuk menghindari terjadinya kekerasan," sebut Erwan.
Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda awalnya akan menemui massa aksi namun urung karena situasi tidak terkendali.
Erwan menyebutkan, pihaknya memastikan satu gedung DPRD terbakar yang nilainya puluhan miliar rupiah.
Upaya Pemadaman Kebakaran
Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran gedung DPRD NTB juga terkendala.
Komandan Pleton Damkar Mataram Lalu Satriawan mengungkap bahwa upaya pemadaman sempat terhalang.
"Kami dari Damkar ada kesulitan dihadang massa. Mereka tidak menginginkan kami segera memadamkan," ujarnya.
"Tetapi kita namanya naluri sebagai petugas pemadam sehingga kami dikawal kepolisian bisa sampai ke lokasi, dan kami masih berupaya memadamkan.
aksi pembakaran gedung DPRD NTB dimulai sejak pukul 13.00 Wita.
Massa aksi berkumpul setelah menggelar aksi di depan kantor Polda NTB.
Massa merangsek masuk gerbang dan akhirnya bisa menerobos hingga ke area gedung.
Selain melempari kaca dengan batu, massa mulai masuk ke sejumlah ruangan.
Tak berselang lama, api mulai muncul dari area dalam gedung dan mulai merambat hingga ke bagian atap.
Kondisi terkini, situasi mulai kondusif. Massa aksi sudah membubarkan diri.
(*)
| 6 Terdakwa Kasus Perusakan Mapolda NTB Dibebaskan Hakim |
|
|---|
| 6 Tersangka Kasus Perusakan Gedung Mapolda NTB Diserahkan ke Jaksa |
|
|---|
| Polda NTB Tetapkan 20 Tersangka dalam Kasus Perusakan Mapolda dan Penjarahan Gedung DPRD NTB |
|
|---|
| 20 Orang Ditetapkan Tersangka dalam Kasus Perusakan saat Unjuk Rasa 30 Agustus di NTB |
|
|---|
| Tersangka Perusakan Mapolda NTB Berpeluang Bertambah, Polisi Sebut Banyak yang Kabur ke Luar Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/dprd_ntb_dijarah_020506988jpg.jpg)