Senin, 18 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pasca Keributan Pagutan, Ketua DPRD Mataram Tekankan Pentingnya Musyawarah

DPRD Kota Mataram mendorong penyelesaian masalah lewat musyawarah dan menekankan pentingnya pegutan silaturahmi.

Tayang:
Dok.DPRD Kota Mataram
Ketua DPRD Kota Mataram, H Abdul Malik. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan masalah lewat musyawarah. 
Ringkasan Berita:
  • DPRD meminta warga menghentikan pertikaian.
  • Sinergi Kepolisian, Toga, dan Toma dianggap efektif dalam mencari jalan keluar.
  • Penguatan budaya silaturahmi sebagai fondasi utama pencegahan konflik sosial di Kota Mataram.

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Ketegangan antar-kampung yang sempat terjadi di Kelurahan Pagutan sehari setelah Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi perhatian serius otoritas daerah.

Ketua DPRD Kota Mataram, H. Abdul Malik, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan semangat persaudaraan di momen lebaran ini.

Abdul Malik mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian untuk meredam situasi. 

Ia menegaskan bahwa pihak legislatif terus memantau situasi dan mendorong agar konflik tidak meluas. 

Politisi Golkar ini memberikan apresiasi tinggi kepada pihak keamanan dan tokoh masyarakat yang bergerak cepat meredam situasi.

"Kami mendorong untuk tidak terjadi konflik. Kami sangat mengapresiasi langkah kepolisian, Tokoh Agama (Toga), dan Tokoh Masyarakat (Toma) yang telah melakukan mediasi melalui musyawarah mufakat untuk mencari solusi terbaik," ujar Abdul Malik, via WhatsApp pada Tribun Lombok, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Dua Kelompok Pemuda di Mataram Ribut Akibat Salah Paham di Jalan

Ketika ditanya mengenai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan—terutama saat momentum hari besar keagamaan—politisi senior ini memberikan jawaban singkat namun mendalam.

Menurutnya, akar dari perdamaian adalah kuatnya ikatan sosial.

"Silaturahmi," jawabnya tegas. 

Abdul Malik menilai bahwa dengan memperkuat silaturahmi antar-warga, potensi kesalahpahaman yang memicu konflik dapat ditekan sejak dini.

Momentum Idulfitri seharusnya menjadi titik balik untuk saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan, bukan justru menjadi pemicu perpecahan.

Keributan antar dua kelompok pemuda di Kelurahan Pagutan terjadi pada Minggu (22/3/2026) sore hingga malam hari. Insiden ini dipicu kesalahpahaman antar pengendara dari dua kampung yang berseteru. Aksi penyerangan sempat terjadi, namun aparat kepolisian dengan cepat turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.

Saat ini situasi di lokasi kejadian sudah berangsur kondusif. Masyarakat umum sudah kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

 

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved