Berita Kota Mataram
Kronologi Pria di Mataram Ditemukan Tewas Tergantung di Pintu Kamar
Pria di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pintu kamar.
Ringkasan Berita:
- Pria di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pintu kamar.
- Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban yang saat itu tidur bersama korban di dalam kamar
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Seorang pria berusia 46 tahun warga Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pintu kamar rumahnya, Selasa dini hari (12/05/2026) sekitar pukul 03.00 Wita.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh anak korban yang saat itu tidur bersama korban di dalam kamar. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Selaparang bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Mataram langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Selaparang Iptu Zulharman Lutfi SH., menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, korban sebelumnya tidur bersama anaknya yang berusia sekitar 12 tahun.
Baca juga: Kronoligi Penemuan Balita Tewas Hanyut di Saluran Irigasi Sesaot Lombok Barat
Sekitar pukul 03.00 Wita, anak korban terbangun untuk buang air kecil dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung di pintu kamar dengan leher terikat tali nilon.
“Awalnya korban tidur bersama anaknya di dalam kamar. Saat anak korban terbangun sekitar pukul tiga pagi, ia melihat korban sudah dalam keadaan tergantung,” jelas Kapolsek.
Mengetahui kejadian tersebut, anak korban langsung berteriak memanggil anggota keluarga lainnya yang berada di kamar berbeda. Sementara istri korban diketahui sedang menginap di rumah keluarganya yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban.
Kapolsek menambahkan, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan pendalaman untuk mengetahui secara jelas peristiwa tersebut.
“Dari pihak keluarga, kejadian ini dianggap sebagai musibah dan keluarga menerima secara ikhlas serta tidak menghendaki dilakukan autopsi,” ujarnya.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anggota keluarga dan lingkungan sekitar guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Bagi masyarakat yang mengalami tekanan emosional atau melihat anggota keluarga menunjukkan tanda-tanda depresi, diharapkan segera mencari bantuan kepada keluarga, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, maupun pihak terkait agar dapat memperoleh pendampingan dan dukungan yang diperlukan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah-tewas.jpg)