Jumat, 15 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita Kota Mataram

Atasi Sampah Mengendap, DLH Mataram Masifkan Sistem TPS Mobile

Pemkot Mataram menerapkan sistem TPS Mobile untuk mencegah penumpukan sampah di TPS terbuka.

Tayang:
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
TUMPUKAN SAMPAH - Sejumlah kendaraan Dinas LH Kota Mataram sedang mengangkut sampah di TPS Sandubaya. DLH Kota Mataram terapkan skema TPS Mobile guna atasi endapan sampah di Perkotaan. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Mataram menerapkan sistem TPS Mobile untuk mencegah penumpukan sampah di TPS terbuka. 

  • DLH menargetkan pengolahan 160 ton sampah per hari melalui integrasi RDF dan TPST Sandubaya.
 

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berinovasi untuk menangani persoalan sampah yang kian menumpuk di perkotaan. 

Salah satu langkah strategis yang kini tengah masif diterapkan adalah sistem TPS Mobile, sebuah metode pengangkutan sampah langsung untuk memastikan tidak ada lagi sampah yang mengendap atau menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Kepala Dinas LH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi mengatakan, TPS Mobile ini dilakukan dengan cara memindahkan sampah dari kendaraan roda tiga langsung ke truk sampah tanpa harus menyentuh tanah atau menumpuk di lokasi terbuka.

Strategi ini telah diterapkan di beberapa titik krusial seperti di TPS Kebon Talo, TPS Sandubaya, hingga TPS Lawalata.

Denny menjelaskan bahwa penerapan TPS Mobile merupakan jawaban atas keluhan masyarakat mengenai tumpukan sampah di pinggir jalan maupun di area publik. 

“Makanya kita pakai TPS Mobile karena kan kita tidak mau lagi ada sampah yang mengendap di TPS itu. Jadi kita terapkan TPS Mobile. Begitu roda tiga datang, mereka pindahkan ke DT (dump truck), kemudian dump truck bawa ke Kebon Kongok,” ucap Denny setelah dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).

Melalui sistem ini, tumpukan sampah yang sebelumnya menyerupai gunung di lokasi-lokasi tertentu, seperti di TPS Kebon Talo, kini telah berhasil diratakan dan dibersihkan.

Baca juga: Tak Punya Surat Kendaraan, Armada Sampah Loteng Tetap Beroperasi

Aktivitas pengangkutan dilakukan secara rutin pada waktu-waktu tertentu, yakni pada pagi hari dan sore hari sekitar pukul 16.00 WITA.

Selain untuk mempercepat pengangkutan menuju TPA Kebon Kongok, Pemkot Mataram juga mulai menata akses lokasi pemindahan sampah agar tidak mengganggu pandangan publik, terutama di kawasan pariwisata. 

Di Kebon Talo, DLH telah menyiapkan lahan di bagian belakang yang telah dipagari tembok agar aktivitas pengangkutan tidak terlihat langsung dari jalur utama.

“Nanti ke depannya itu akan kita pergunakan lahan yang di belakang. Jadi tidak ada kelihatan di pinggir jalan lagi,” tambah Denny.

Langkah TPS Mobile ini merupakan bagian dari target besar Pemkot Mataram untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Regional. 

Dengan integrasi bersama teknologi RDF Refuse Derived Fuel yang akan dibangun di Kebun Talu dan operasional TPST Sandubaya, Kota Mataram optimis mampu mengolah hingga 160 ton sampah per hari secara mandiri pada tahun mendatang.

“Sampah yang ada di sana itu dikeringkan kemudian diangetinlah sampah itu, sehingga sampah itu bisa menjadi RDF dan bisa kita jual ke PLN Jeranjang,” pungkasnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved