Selasa, 12 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Idul Adha 2026

Sapi Kurban Presiden Prabowo di Mataram Diusulkan Berbobot Lebih dari 500 Kilogram

Pemkot Mataram telah melayangkan usulan untuk mendapatkan bantuan sapi kurban yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat.

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/Wawan Sugandika
SAPI KURBAN - Sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto di lingkar Masjid Nurul Yaqin Bertais Kota Mataram pada Idul Adha 2025. Pemkot Mataram telah melayangkan usulan untuk mendapatkan bantuan sapi kurban yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Mataram telah melayangkan usulan untuk mendapatkan bantuan sapi kurban yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat.
  • Pemerintah sudah mengantongi nama masjid yang direncanakan menjadi penerima manfaat.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Pemerintah Kota Mataram menyambut Idul Adha 1447 hijriah dengan mengusulkan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto.

Pemkot Mataram telah melayangkan usulan untuk mendapatkan bantuan sapi kurban yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat.

Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, mengungkapkan bahwa usulan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Pihaknya mengusulkan sapi dengan spesifikasi khusus yang lazim diberikan presiden pada tahun-tahun sebelumnya.

“Sebagaimana biasanya kami juga mengusulkan nanti sapi itu tergolong limosin, beratnya itu biasanya di atas 500 kilogram ya,” ucap Lalu Martawang saat ditemui TribunLombok.com, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Pemprov NTB Salurkan Ratusan Hewan Kurban untuk Desa Miskin Ekstrem

Terkait lokasi penyaluran, Martawang menyebutkan bahwa pemerintah kota sudah mengantongi nama masjid yang direncanakan menjadi penerima manfaat. 

Namun, demi menjaga etika birokrasi, identitas masjid tersebut masih dirahasiakan hingga proses administrasi di tingkat pusat rampung.

“Kami sudah menyiapkan rencana masjid yang akan menerima. Tapi kan gak elok kalau saya sebutkan sekarang karena sapinya sendiri masih berproses sesuai dengan usulan yang kami sampaikan,” tambahnya m.

Proses pengadaan sapi ini sedang berjalan melalui koordinasi dengan Biro Kesra Setda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sekretariat Negara.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sapi tersebut biasanya dibeli dari peternak lokal di daerah setempat.

“Prinsipnya biasanya pengalaman tahun-tahun sebelumnya diambil dari peternak setempat (Lokal),” demikian Martawang.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved