Idul Adha 2026
Disnakeswan Lombok Timur Jamin Stok Sapi Potong Aman Jelang Idul Adha
Berdasarkan data sementara, populasi sapi di Lombok Timur saat ini mencapai lebih dari 130 ribu ekor.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Berdasarkan data sementara, populasi sapi di Lombok Timur saat ini mencapai lebih dari 130 ribu ekor.
- Pasokan sapi potong di Pulau Lombok saling mendukung antarkabupaten, misalnya Lombok Tengah yang juga memiliki populasi ternak yang cukup besar.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur menjamin ketersediaan sapi potong untuk kebutuhan Idul Adha dan musim haji dalam kondisi aman.
"Kami melihat stok sapi potong di pasar ternak selalu ada, baik sapi bali maupun sapi eksotik," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakeswan Lombok Timur, drh. Hultatang, pada Senin (20/4/2026).
Menurut Tatang, berdasarkan data sementara, populasi sapi di Lombok Timur saat ini mencapai lebih dari 130 ribu ekor.
Dengan jumlah tersebut, ia memastikan kebutuhan sapi potong untuk Idul Adha maupun acara hajatan (Begawe) akan terjamin, baik untuk sapi bali maupun sapi eksotik.
Baca juga: Pemprov NTB Pastikan Pengiriman Sapi Kurban 2026 Lebih Tertata
Apalagi pasokan sapi potong di Pulau Lombok saling mendukung antarkabupaten, misalnya Lombok Tengah yang juga memiliki populasi ternak yang cukup besar.
"Kami di Pulau Lombok saling membantu memenuhi kebutuhan hewan kurban. Contohnya, Lotim tidak hanya menyuplai warga sendiri, tapi juga kabupaten lain, termasuk Mataram," jelasnya.
Hasil survei menunjukkan bahwa sapi bali banyak ditemukan di Kecamatan Suela.
Sementara sapi eksotik tersebar di sejumlah kecamatan seperti Pringgabaya, Selong, Aikmel, dan kecamatan lainnya.
Untuk keperluan kurban, kebanyakan masyarakat lebih memilih sapi bali dibanding sapi eksotik karena harganya lebih terjangkau.
"Harga sapi bali Rp12-13 juta sudah bisa langsung dipotong. Sedangkan sapi eksotik dengan harga Rp12-15 juta, yang didapat hanya anak sapi yang baru berusia 6-7 bulan," paparnya.
Sementara itu, sapi eksotik lebih banyak dibeli oleh jagal untuk dipotong.
Saat ini pihaknya masih terus melakukan pendataan populasi ternak, termasuk memantau jumlah pemotongan sapi pada musim haji dan kurban tahun ini.
"Jika jumlah pemotongan naik, otomatis daya beli masyarakat ikut naik dan ekonomi warga meningkat. Sebaliknya, jika pemotongan turun, daya beli pun menurun," tandasnya.
Terpisah, Kepala Disnakeswan Lombok Timur Masyhur, menyampaikan bahwa kebutuhan hewan kurban pada Idul Adha tahun 2025 lalu mencapai 3.200 ekor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/sapi_sumbawa_9393838jpg.jpg)