Kota Bima

Mahasiswa Kota Bima Demo DPRD Tuntut Perbaikan Jalan dan Sungai

Gerakan Persatuan Pemuda dan Mahasiswa (Geperma) Kota Bima melakukan aksi demontrasi ke DPRD untuk menuntut beragam persoalan yang ada di Kota Bima.

Penulis: Andi Hujaidin | Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM/ANDI HUJAIDIN
Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih saat merespon masa aksi. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Andi Hujaidin

TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA BIMA - Gerakan Persatuan Pemuda dan Mahasiswa (Geperma) Kota Bima melakukan aksi demontrasi ke DPRD untuk menuntut beragam persoalan yang ada di Kota Bima.

Koordinator aksi M Larangga mengatakan, sampai aat ini belum ada perkembangan yang signifikan terhadap pembangunan infrastruktur jalan yang ada di Kota Bima.

Ia menekan pihak DPRD agar segera berkomunikasi dengan eksekutif untuk menuntaskan persoalan tersebut.

"Belum ada hasil sebenarnya, kenapa harus mengemis di dinas PU untuk penyelesaian persoalan jalan di Kelurahan Nungga," tegasnya Selasa (14/1/2025).

Selain itu, ia pun meminta agar DPRD juga melihat masih banyaknya aliran sungai yang tidak dilakukan pelebaran.

"Karena memang persoalan ini sudah sejak lama, tidak ada pemasangan bronjong di aliran sungai di Kelurahan Nungga," paparnya.

Ia pun mempertanyakan soal kinerja eksekutif yang tidak responsif terhadap hal tersebut.

"Kenapa tahun-tahun kemarin tidak di pres persoalan ini. Yang kedua terkait persoalan infrastruktur jalan, karena memang ini salah satu sarana bagaimana masyarakat bisa mudah perjalanan dan aksesnya," ucapnya.

"Itu yang harus di komunikasikan. Kemudian terkait dengan lampu jalan di titik titik pelosok Kota Bima, hari diperhatikan benar benar soal ini karena keselamatan masyarakat," sambungnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Bima Syamsurih mengatakan pihaknya selalu mengatensi persoalan tersebut.

"Yang bisa kami lakukan adalah memanggil kepala Dinas PU untuk mengatensi pembangunan jalan yang ada di toloweri,"ucapnya

Bahkan ia menilai pemerintah Kota Bima telah memiliki dokumen terkait dengan skala prioritas yang akan dilakukan pembangunan khususnya infrastruktur jalan dan sungai.

"Pemerintah kota itu ada dokumennya, jumlah penduduknya sekian. Semakin sedikit jumlah penduduknya maka semakin panjang alur jalan lalu kemampuan keuangan kita itu hanya sedikit," tegasnya.

Ia memaparkan bahwa di tahun 2025 kedepan akan ada pembangunan untuk menuntaskan persoalan tersebut.

"Alhamdulillah di tahun 2025 ini akan dikerjakan. Saya juga berangkat lagi ke BWS, karena apa anggaran kita terbatas, tapi kita tidak optimis,"tandasnya.

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved