Berita Lombok Timur

Pj Bupati Lombok Timur Juaini Taofik Bantah Peningkatan Jumlah Warga Miskin Ekstrem

Warga miskin ekstrem justru turun yakni dari angka 56 ribu pada tahun 2022 menjadi 40 ribu orang di tahun 2023

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur H M Juaini Taofik. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur H M Juaini Taofik membantah peningkatan jumlah warga miskin ekstrem di daerah.

Menurutnya, peningkatan yang terjadi hanya pada penduduk miskin, itu pun 0,23 persen.

"Bukan miskin ekstrem yang meningkat, yang meningkat itu adalah jumlah penduduk miskin, ada sekitar 0 sekian persen," ucap Juaini saat dikonfirmasi, Senin (6/5/2024).

Dijelaskannya, tahun 2022 lalu, jumlah penduduk miskin berjumlah 15,13 persen, saat ini mengalami peningkatan 15,36 persen.

Baca juga: Bansos Tak Tepat Sasaran Picu Naiknya Angka Kemiskinan di Lombok Timur 2023 Hingga Jadi 197.630 Jiwa

Peningkatan penduduk miskin disebabkan sejumlah faktor, di antaranya dikarenakan sejumlah sektor yang belum pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Juaini menyebut warga miskin ekstrem justru turun yakni dari angka 56 ribu pada tahun 2022 menjadi 40 ribu orang di tahun 2023.

"Jadi saya luruskan yang meningkat itu jumlah penduduk miskin. Tapi jumlah penduduk miskin ekstremnya menurun," terangnya.

Satu diantara variabel yang menyebabkan penduduk miskin di daerah adalah bansos yang tidak tepat sasaran.

Hal ini didasari, banyak masyarakat yang berada pada garis hampir miskin.

"Hingga kalau misalnya BLT itu tidak tepat sasaran, maka yang hampir miskin ini kan bisa menjadi miskin. Itu kata kuncinya," jelasnya.

Baca juga: Pj Bupati Lombok Barat Ilham Diminta Kawal Inflasi, Pilkada, Stunting, Hingga Kemiskinan Ekstrem

Solusinya, lanjut dia, dengan mendorong pemerintah desa untuk mensisir rumah tangga dalam kelompok 10 persen terendah atau desil satu yang ada di tingkat desa.

"Karena desil satu lah yang penduduk miskin ekstrem sebenarnya. Karena ada juga penduduk yang hampir miskin. Penduduk hampir miskin ini kalau saya jujur tidak disebabkan oleh faktor internal di daerah itu, tetapi faktor eksternal," katanya.

"Misalnya ada inflasi, lalu ada kebijakan di sektor perdagangan tertentu, atau ada aturan baru lalu berdampak kepada hal itu juga akan bisa menyebabkan yang semula tidak miskin bertambah menjadi miskin," lanjutnya.

Di tingkat desa kata dia, pihaknya akan lebih difokuskan untuk memperbaiki hasil verifikasi data.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved