Ombudsman NTB Atensi Penyidikan Kasus Beasiswa Bidik Misi dan KIP 2018

Dia akan mendorong pihak kampus agar senantiasa koperatif dengan proses penyidikan aparat penegak hukum

Penulis: Jimmy Sucipto | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM/JIMMY SUCIPTO
Kepala Ombudsman NTB, Dwi Sudarsono ditemui Selasa (24/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Jimmy Sucipto

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kasus dugaan penyelewengan beasiswa bidik misi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2018 di salah satu kampus swasta di Kota Mataram hingga kini belum jelas kelanjutan penanganannya.

Walaupun kasus yang ditangani Kejari Mataram ini sudah sampai di tahap penyidikan sejak Juni 2022 lalu.

Kepala Ombudsman NTB, Dwi Sudarsono beserta pihaknya akan segera mengecek kasus ini.

"Secepatnya akan kami periksakan pihak terkait itu," kata Dwi, Selasa (24/1/2023).

Dia akan mendorong pihak kampus agar senantiasa koperatif dengan proses penyidikan aparat penegak hukum.

Baca juga: Kemenkumham NTB Deklarasi Zona Integritas, Tekad Cegah Korupsi Hingga Genjot Pelayanan Publik

"Kami minta kejelasan dulu terkait proses penyidikan terhadap pihak kampus, lalu akan kami imbau agar terus kooperatif," cetus Dwi.

Kejari Mataram mengusut dugaan pemotongan dana beasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah salah satu kampus swasta di Mataram tahun 2018.

Jaksa menemukan indikasi korupsi mengenai penyaluran beasiswa kepada sekurangnya 246 mahasiswa tersebut.

Kepala Seksi Intel Kejari Mataram Ida Bagus Putu Widnyana sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah mengantongi bukti permulaan yang cukup unsur melawan hukum tindak pidana korupsi.

"Hasil ekspose tim bersama dengan pimpinan menghasilkan penyelidikan ditindaklanjuti ke tahap penyidikan," ucapnya.

Meski demikian, Widnyana belum menjelaskan rincian mengenai jumlah dana yang dipotong dari mahasiswa tersebut.

"Tim kami masih dalam tahap penyidikan, untuk melakukan audit dan sebagainya agar mengetahui besaran dana yang dikorupsi," jelasnya.

Sebagai catatan, sejumlah mahasiswa kampus swasta ini mendapatkan beasiswa sebesar Rp 4,5 juta yang disalurkan melalui rekening masing-masing.

Namun, mahasiswa penerima beasiswa ini diduga hanya menerima Rp 2,5 juta sementara sisanya diminta untuk diserahkan kembali ke pihak kampus.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved