NTB

Warga Gerung Selatan Sindir Pemkab Lobar, Minta Bibit Ikan untuk Genangan Jalan Rusak

TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA
JALAN RUSAK - Jalan di Lingkungan Menag, Kelurahan Gerung Selatan, mengalami kerusakan dan tergenang air. Warga sekitar memprotes jalan rusak yang tergenang air dengan kalimat sindiran “Butuh Sumbangan Bli Bibit Ikan Pak Bupati Las” yang ditempatkan di tengah jalan. 

 

Ringkasan Berita:
  • Warga Dusun Meang, Kelurahan Gerung Selatan, memprotes jalan rusak yang tergenang air dengan kalimat sindiran “Butuh Sumbangan Bli Bibit Ikan Pak Bupati Las” yang ditempatkan di tengah jalan.
  • Lurah Gerung Selatan menjelaskan bahwa aksi protes tersebut terjadi karena warga tidak tahu bahwa jalan sedang dalam masa tender dan sudah ada surat untuk dimulainya perbaikan.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Warga Dusun Meang, Kelurahan Gerung Selatan, Lombok Barat (Lobar), melancarkan aksi protes terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan tergenang air.

Mereka memasang tulisan sindiran di tengah genangan, membandingkan lubang jalan tersebut dengan kolam ikan.

Kalimat protes yang dipajang di tengah lubang jalan selebar sekitar 3 meter berbunyi:

“Butuh Sumbangan Bli Bibit Ikan Pak Bupati Las”

Sarbini, salah seorang pengemudi yang melintasi jalan tersebut, menyatakan kekecewaannya karena kerusakan parah terjadi sangat dekat dengan pusat pemerintahan.

“Ini kan jalan dekat dengan Kantor Bupati, harusnya lebih diperhatikan lagi, bahkan jaraknya hanya 200 meter, tapi kondisinya sudah seperti kolam,” ucap Sarbini salah seorang pengemudi yang melintasi jalan tersebut, Selasa (4/11/2025).

Menurut Sarbini, kondisi jalan tersebut sangat membahayakan, terutama saat hujan, di mana genangan air bisa mencapai betis orang dewasa.

Kepala Lingkungan Meang, Burhanuddin, membenarkan bahwa warga di sana sering melakukan berbagai aksi protes karena kondisi jalan sepanjang 700 meter yang sangat parah.

“Kemarin juga masyarakat di sana menanam pohon pisang sebagai bentuk protes mereka,” katanya.

Burhanuddin menjelaskan, setidaknya ada empat titik lubang besar yang mengganggu aktivitas harian warga, terutama karena jalan tersebut merupakan akses penting menuju pasar dan sering dilalui oleh truk pengangkut.

Meskipun demikian, Burhanuddin mengaku telah menerima informasi positif dari PUPR Lombok Barat bahwa perbaikan jalan akan segera dilakukan.

“Sudah ada titik terang, katanya ini mau di perbaiki tahun ini,” tandasnya.

Lurah Gerung Selatan, Ikhwan, menyambut baik protes warga sebagai bentuk aspirasi, namun ia menjelaskan bahwa aksi tersebut murni disebabkan ketidaktahuan warga mengenai perkembangan proyek perbaikan.

“Itu bentuk dari aspirasi masyarakat, dan menandakan bahwa masyarakat juga peka dengan keadaan lingkungannya sendiri,” jelasnya.

Ikhwan memastikan bahwa perbaikan jalan sedang dalam proses, dan ia telah berkoordinasi dengan Kabid Binamarga PUPR.

“Kemarin saya bertemu Kabid Binamarga, dan sudah ada surat akan dimulainya perbaikan, itu target pengerjaannya selesai pada 22 Desember 2025,” jelasnya.

Saat ini, proyek perbaikan masih dalam proses tender. Pihak PUPR sendiri sudah memulai pembersihan lokasi dengan menebang sejumlah pohon. Lurah Ikhwan meminta warga bersabar dan berjanji akan terus mengawal proses perbaikan hingga tuntas.

“Jadi ini sedang tender, masyarakat juga kita minta untuk bersabar, saya juga terus mengawal dari awal pelantikan sampai sekarang, agar jalan ini juga segera di perbaiki,” pungkasnya.