Opini
Tahun Baru Islam dalam Semangat NTB Makmur Mendunia
Hari ini NTB membutuhkan hijrah yang sama. Hijrah dari budaya yang hanya dikenang menjadi budaya yang menggerakkan.
Apakah budaya telah menjadi sumber inovasi?
Apakah budaya telah menjadi bagian dari pembangunan daerah?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang harus dijawab oleh generasi NTB hari ini.
Karena itulah Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kebudayaan tengah berupaya meletakkan fondasi baru pembangunan kebudayaan daerah. Pemutakhiran Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), penyusunan Haluan Pemajuan Kebudayaan NTB 2045, Road Map Pemajuan Kebudayaan, Rencana Aksi Pemajuan Kebudayaan, hingga penyusunan Peraturan Gubernur tentang Pemajuan Kebudayaan merupakan bagian dari upaya besar membangun arah peradaban NTB untuk dua dekade mendatang.
Langkah-langkah tersebut bukan sekadar memenuhi amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Lebih dari itu, ini adalah ikhtiar untuk memastikan bahwa kebudayaan tidak hanya menjadi objek pelestarian, tetapi juga menjadi kekuatan pembangunan.
Kebudayaan harus menjadi sumber kreativitas.
Kebudayaan harus menjadi sumber ekonomi.
Kebudayaan harus menjadi sumber pendidikan.
Kebudayaan harus menjadi sumber karakter.
Kebudayaan harus menjadi sumber diplomasi daerah.
Gubernur NTB pernah menyampaikan satu gagasan yang menurut saya sangat penting untuk direnungkan bersama.
"Mendunia bukan berarti menjadi seperti orang lain. Mendunia adalah ketika dunia datang untuk mengenal siapa kita sebenarnya."
Kalimat itu sesungguhnya menggambarkan arah besar pembangunan kebudayaan NTB ke depan.
NTB memiliki semua syarat untuk menjadi daerah yang diperhitungkan dunia. Kita memiliki Rinjani yang tidak hanya indah secara alamiah tetapi juga kaya akan narasi budaya dan spiritual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Tahun-Baru-Islam-48H.jpg)