Rabu, 17 Juni 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Beras Bukan Lagi Penyumbang Utama Inflasi

Dalam dua tahun terakhir, tata niaga dan pasokan beras nasional sudah jauh lebih sehat.

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
HARGA BERAS - Pedagang beras di Pasar Pancor, Lombok Timur. Dalam dua tahun terakhir, tata niaga dan pasokan beras nasional sudah jauh lebih sehat. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam dua tahun terakhir, tata niaga dan pasokan beras nasional sudah jauh lebih sehat. 
  • Dari 11 komoditas pangan utama yang dikendalikan pemerintah, delapan di antaranya kini sudah berstatus swasembada penuh.

TRIBUNLOMBOK.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan nasional berada dalam kondisi aman sekaligus menjadi pilar menjaga inflasi nasional tetap terkendali. 

Stabilnya pasokan beras dan komoditas pangan strategis lainnya terbukti menekan inflasi, di mana beras yang sebelumnya kerap menjadi pemicu utama kini relatif terjaga stabil.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), angka inflasi tahunan (year on year) pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen, dengan inflasi bulanan (month to month) berada di angka 0,28 persen.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa momentum Iduladha tahun ini mencatatkan pergerakan harga yang jauh lebih tenang jika dibandingkan dengan periode Idulfitri.

“Untuk Mei 2026 inflasi month to month sebesar 0,28 persen. Kalau dibandingkan dengan momen Idulfitri, inflasi pada momen Iduladha relatif lebih rendah. Untuk komoditas pangan, andilnya terhadap inflasi Mei juga tidak terlalu tinggi,” ujar Amalia (15/6/2026).

Baca juga: NTB Alami Deflasi Tipis 0,08 Persen pada Mei 2026 Dibanding April, Inflasi Tahunan 3,78 Persen

Beberapa komoditas yang masih memberikan andil terhadap inflasi Mei antara lain cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan bensin. 

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa dalam dua tahun terakhir, tata niaga dan pasokan beras nasional sudah jauh lebih sehat. 

"Beras relatif terjaga dan selama dua tahun terakhir tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi. Daging ayam ras, daging sapi, gula pasir, dan telur ayam ras juga berada dalam kondisi baik," urai Tito.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa ketahanan pangan nasional semakin kokoh. 

Dari 11 komoditas pangan utama yang dikendalikan pemerintah, delapan di antaranya kini sudah berstatus swasembada penuh.

Sementara itu, sisa tiga komoditas lainnya yakni bawang putih, kedelai, dan daging sapi masih harus dipenuhi sebagian melalui jalur impor.

Menteri Amran merujuk pada standar organisasi pangan dunia (FAO) untuk memperkuat klaim keberhasilan ini. 

“Berdasarkan konsensus FAO, impor di bawah 10 persen sudah termasuk swasembada. Kebutuhan kita sekitar 68 juta ton, produksi mencapai 73 juta ton. Impor hanya sekitar 3,5 juta ton atau sekitar 4 persen. Jadi saat ini kita sudah swasembada pangan,” tegas Mentan.

Langkah Stabilisasi Harga dan Distribusi

Guna menjaga tren positif inflasi ini, Mentan Amran menyiapkan dua instrumen intervensi strategis untuk mengatasi anomali distribusi di lapangan:

1. Aktivasi Pasar Murah Bersama Bulog dan ID Food
Kementan menginstruksikan seluruh Gubernur, Bupati, dan Walikota untuk bekerja sama dengan Bulog dan ID Food dalam menggelar pasar murah, khususnya untuk komoditas beras, ayam, dan telur. Langkah ini diambil karena saat ini peternak ayam ras dan telur sedang menghadapi tekanan akibat penurunan harga di tingkat produsen, sehingga pemerintah perlu hadir sebagai offtaker (penyerap hasil panen) untuk menjaga keseimbangan harga pasar.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved