Selasa, 12 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Idul Adha 2026

Kementan Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Jelang Idul Adha

Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM
SAPI KURBAN - Kondisi sapi kurban Presiden Prabowo di Kelurahan Sasake, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Rabu (28/5/2025). Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan. 

Ringkasan Berita:
  • Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan.
  • Kementan secara resmi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai enam penyakit zoonosis dan penyakit hewan menular strategis.

TRIBUNLOMBOK.COM - Menjelang Iduladha 1447 H, Kementan memperketat pengawasan kesehatan hewan di seluruh wilayah Indonesia, seiring meningkatnya mobilitas dan distribusi ternak lintas daerah yang menjadi salah satu jalur utama penyebaran penyakit hewan.

"Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan daging yang benar. Ini penting agar distribusi daging kurban tidak menjadi media penularan penyakit," ujar Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Tedy Dirhamsyah dikutip dari laman resmi Kementan.

Enam Penyakit yang Perlu Diwaspadai

Kementan secara resmi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai enam penyakit zoonosis dan penyakit hewan menular strategis.

Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo di Mataram Diusulkan Berbobot Lebih dari 500 Kilogram

Berbagai penyakit zoonosis seperti Anthrax, Brucellosis, Lumpy Skin Disease (LSD), Foot-and-Mouth Disease (PMK), jembrana, dan infeksi cacing hati. 

Penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun pangan asal hewan yang tidak ditangani secara tepat.

1. Anthrax

Anthrax disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang dapat membentuk spora tahan lama di tanah. 

Pada hewan, penyakit ini dapat menyebar tanpa gejala yang mudah dikenali dari luar. 

Penularan ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama melalui luka terbuka di kulit, atau melalui konsumsi daging yang tidak dimasak hingga matang sempurna. 

2. Brucellosis

Brucellosis disebabkan oleh bakteri Brucella yang umumnya menyerang sapi, kambing, dan domba. 

Pada hewan betina, penyakit ini menyebabkan keguguran. Pada manusia, penularan terjadi melalui kontak dengan plasenta, cairan tubuh hewan yang terinfeksi, atau konsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi. Gejala pada manusia menyerupai flu berkepanjangan demam, nyeri sendi, dan kelelahan yang kerap terlambat terdiagnosis.

3. Lumpy Skin Disease (LSD)

LSD adalah penyakit virus yang menyerang kulit sapi, ditandai dengan benjolan-benjolan keras di seluruh permukaan tubuh hewan. 

Meski penularan langsung ke manusia tidak umum terjadi, keberadaan LSD pada hewan kurban menjadi indikator penting kondisi kesehatan ternak secara keseluruhan. 

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved