Idul Adha 2026
Kementan Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Jelang Idul Adha
Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan
Ringkasan Berita:
- Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan.
- Kementan secara resmi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai enam penyakit zoonosis dan penyakit hewan menular strategis.
TRIBUNLOMBOK.COM - Menjelang Iduladha 1447 H, Kementan memperketat pengawasan kesehatan hewan di seluruh wilayah Indonesia, seiring meningkatnya mobilitas dan distribusi ternak lintas daerah yang menjadi salah satu jalur utama penyebaran penyakit hewan.
"Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan daging yang benar. Ini penting agar distribusi daging kurban tidak menjadi media penularan penyakit," ujar Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Tedy Dirhamsyah dikutip dari laman resmi Kementan.
Enam Penyakit yang Perlu Diwaspadai
Kementan secara resmi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai enam penyakit zoonosis dan penyakit hewan menular strategis.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden Prabowo di Mataram Diusulkan Berbobot Lebih dari 500 Kilogram
Berbagai penyakit zoonosis seperti Anthrax, Brucellosis, Lumpy Skin Disease (LSD), Foot-and-Mouth Disease (PMK), jembrana, dan infeksi cacing hati.
Penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun pangan asal hewan yang tidak ditangani secara tepat.
1. Anthrax
Anthrax disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang dapat membentuk spora tahan lama di tanah.
Pada hewan, penyakit ini dapat menyebar tanpa gejala yang mudah dikenali dari luar.
Penularan ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama melalui luka terbuka di kulit, atau melalui konsumsi daging yang tidak dimasak hingga matang sempurna.
2. Brucellosis
Brucellosis disebabkan oleh bakteri Brucella yang umumnya menyerang sapi, kambing, dan domba.
Pada hewan betina, penyakit ini menyebabkan keguguran. Pada manusia, penularan terjadi melalui kontak dengan plasenta, cairan tubuh hewan yang terinfeksi, atau konsumsi produk susu yang tidak dipasteurisasi. Gejala pada manusia menyerupai flu berkepanjangan demam, nyeri sendi, dan kelelahan yang kerap terlambat terdiagnosis.
3. Lumpy Skin Disease (LSD)
LSD adalah penyakit virus yang menyerang kulit sapi, ditandai dengan benjolan-benjolan keras di seluruh permukaan tubuh hewan.
Meski penularan langsung ke manusia tidak umum terjadi, keberadaan LSD pada hewan kurban menjadi indikator penting kondisi kesehatan ternak secara keseluruhan.
| Sapi Kurban Presiden Prabowo di Mataram Diusulkan Berbobot Lebih dari 500 Kilogram |
|
|---|
| Idul Adha 2026 Kapan? Simak Hasil Sidang Isbat Kemenag 17 Mei |
|
|---|
| Disnakeswan Lombok Timur Jamin Stok Sapi Potong Aman Jelang Idul Adha |
|
|---|
| Kadin Sumbawa Minta Pelonggaran Izin Pengiriman Sapi Kurban Melalui Pelabuhan Gili Mas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/SAPI-KURBAN-PRABOWO-DI-LOMBOK-TENGAH.jpg)