Harga Cabai di Lombok Timur
Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kilogram di Lombok Timur
Harga cabai di Pasar Apitaik dilaporkan mencapai Rp100 ribu per kilogram, meski kenaikan masih terjadi di beberapa lokasi tertentu.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Harga cabai di Pasar Apitaik dilaporkan mencapai Rp100 ribu per kilogram, meski kenaikan masih terjadi di beberapa lokasi tertentu.
- Dinas Perdagangan Lombok Timur kini fokus mengawasi kenaikan harga minyak goreng dan menyiapkan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur mencatat kenaikan harga sejumlah bahan pokok penting (bapok) di pasaran.
Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan harga adalah cabai, yang di Pasar Apitaik dilaporkan telah mencapai Rp100 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan Lombok Timur, Hadi Fathurrahman, mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan terkait kenaikan harga cabai tersebut karena belum terjadi secara merata di seluruh wilayah.
"Kebetulan harga cabai sekarang naik ke Rp100.000. Tapi masih belum terkonfirmasi sepenuhnya, karena masih insidentil di beberapa tempat saja. Kami terus pantau," kata Hadi, Senin (8/6/2026).
Meski harga cabai menjadi perhatian, Dinas Perdagangan Lombok Timur saat ini lebih fokus memantau perkembangan harga minyak goreng yang mengalami kenaikan hampir di seluruh merek.
Menurut Hadi, kenaikan harga minyak goreng dipengaruhi kondisi global, termasuk meningkatnya harga bahan baku plastik yang digunakan dalam kemasan produk.
"Yang menjadi pantauan kami sekarang ini adalah minyak. Pengaruh kondisi global karena harga plastik naik di pasaran dunia. Plastik kan turunan dari minyak, sehingga semua produk yang menggunakan kemasan plastik ikut terdampak," jelasnya.
Baca juga: Ikhtiar NTB Kendalikan Harga Cabai Lewat Sektor Pendidikan
Ia menuturkan, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak goreng kemasan, tetapi juga minyak goreng curah. Kondisi tersebut, lanjutnya, telah diprediksi sebelumnya berdasarkan informasi dari pemerintah pusat.
"Sepertinya semua merek naik. Ini menjadi perhatian kami, termasuk minyak curah. Kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu, karena input dari pusat juga sudah mengindikasikan bakal ada kenaikan. Pengaruh global dan kurs dolar yang melemah membuat semua terdampak," ujarnya.
Meski demikian, Hadi memastikan ketersediaan minyak goreng di pasar Lombok Timur masih aman dan daya beli masyarakat dinilai masih cukup terjaga.
"Yang penting stok kita tersedia di pasar, dan kemampuan masyarakat untuk membeli masih ada. Walaupun tetap saja kalau meningkat, itu akan menjadi atensi kami," katanya.
Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok, Dinas Perdagangan Lombok Timur terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Bulog, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Langkah yang disiapkan antara lain operasi pasar dan pelaksanaan pasar murah bersama distributor.
"Kami terus komunikasi dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar dan stabilisasi harga. Kami juga akan memantau harga di pasar agar tidak ada oknum-oknum yang bermain, terutama dalam isu minyak ini.
TPID juga akan terus kami aktifkan," tegas Hadi.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan di tengah fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok.
"Kami imbau masyarakat tenang," tutupnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/HARGA-CABAI-DI-LOMBOK-TIMUR-AWAL-JUNI-2026.jpg)