Jurusan Perhotelan Jadi Primadona SPMB 2026 di SMKN 1 Sakra Lombok Timur
Jurusan Perhotelan menjadi program paling diminati dalam SPMB 2026 di SMKN 1 Sakra, didorong oleh peluang kerja yang besar di sektor pariwisata.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Idham Khalid
Ringkasan Berita:
- Jurusan Perhotelan menjadi program paling diminati dalam SPMB 2026 di SMKN 1 Sakra, didorong oleh peluang kerja yang besar di sektor pariwisata.
- SMKN 1 Sakra juga kembali membuka jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) setelah sempat ditutup sejak 2021.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - SMKN 1 Sakra Lombok Timur mulai membuka pendaftaran peserta didik baru melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026.
Dari sejumlah program keahlian yang tersedia, jurusan Perhotelan menjadi pilihan paling diminati oleh para pendaftar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia SPMB SMKN 1 Sakra, Muhammad Yusuf, mengatakan tingginya minat terhadap jurusan Perhotelan membuat sekolah mengusulkan kuota terbesar untuk program tersebut.
"Peminat terbanyak jatuh pada jurusan Perhotelan. Kuota yang kami ajukan pun memang paling besar untuk jurusan tersebut, yaitu lima rombongan belajar," jelas Yusuf, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan data per 6 Juni 2026, jumlah pendaftar yang telah masuk mencapai 489 calon siswa. Sementara kuota penerimaan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) NTB sebanyak 612 siswa.
Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, SMKN 1 Sakra membuka tiga jalur penerimaan, yakni jalur afirmasi, jalur domisili, dan jalur nilai rapor atau prestasi.
Yusuf menjelaskan, kuota jalur afirmasi sebanyak 92 siswa, namun jumlah pendaftar telah mencapai 140 orang. Sementara pada jalur domisili baru tercatat 61 pendaftar. Adapun kuota terbesar dialokasikan untuk jalur nilai rapor sebanyak 459 siswa.
"Kalau untuk jalur domisili, pendaftarnya hanya 61 orang. Jalur dengan kuota terbesar kita adalah nilai rapor, yaitu 459 orang," ujarnya.
Selain Perhotelan, jurusan lain yang juga banyak diminati adalah Usaha Layanan Wisata (ULW), Tata Kecantikan Kulit dan Rambut (TKKR), serta Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Namun masing-masing program tersebut hanya memiliki kuota dua rombongan belajar.
Baca juga: Duduk Perkara Dugaan Korupsi DAK 2022 untuk Mebel SMK se-NTB
Sebaliknya, sejumlah jurusan pertanian seperti Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Alat Mesin Pertanian (AMP), dan Agribisnis Ternak Unggas (ATU) masih menunjukkan jumlah peminat yang relatif stagnan dalam dua tahun terakhir.
Menurut Yusuf, tingginya minat terhadap jurusan pariwisata tidak terlepas dari berkembangnya kawasan wisata di wilayah selatan Lombok Timur, seperti Jerowaru dan Keruak, yang membuka peluang kerja lebih luas bagi lulusan.
"Perhotelan memang paling diminati dalam beberapa tahun terakhir, tapi penerimaan tetap sesuai kuota. Sebagian besar pendaftar jurusan pariwisata berasal dari kawasan selatan karena di sana adalah daerah wisata," terangnya.
Ia menambahkan, banyak lulusan jurusan pariwisata yang berhasil terserap ke dunia kerja, baik di hotel-hotel dalam negeri maupun luar negeri, termasuk di Malaysia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PENDAFTARAN-SISWA-BARU-SMKN-1-SIKUR.jpg)