Kamis, 28 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Guru-Kepala Posyandu Bisa Awasi dan Beri Nilai Menu MBG Lewat Aplikasi

Saat paket MBG datang, penerima langsung memberikan penilaian ketepatan waktu pengiriman, aroma, rasa, dan variasi menu.

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/Rozi Anwar
REVIU MENU - Para pekerja di salah satu SPPG di Kabupaten Lombok Timur pada Selasa (3/2/2026). Saat paket MBG datang, penerima langsung memberikan penilaian ketepatan waktu pengiriman, aroma, rasa, dan variasi menu. 

Ringkasan Berita:
  • Saat paket MBG datang, penerima bisa langsung memberikan penilaian ketepatan waktu pengiriman, aroma, rasa, dan variasi menu.
  • Dari total laporan, 1.705 atau 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi. Hanya dua laporan yang mencatat makanan tidak layak.

TRIBUNLOMBOK.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) mengembangkan aplikasi Reviu Menu MBG berbasis penilaian organoleptik sebagai instrumen pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan. 

Melalui sistem ini, penilaian mutu makanan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pengawas internal, melainkan melibatkan langsung pihak penerima manfaat di titik distribusi.

"Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Kepala SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan," kata Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menyampaikan hal tersebut dalam keterangan resmi, Sabtu (23/5/2026).

Guru dan Kepala Posyandu sebagai Penilai

Pengguna aplikasi adalah penanggung jawab kelompok penerima manfaat di lapangan, yakni guru yang ditunjuk pihak sekolah dan kepala posyandu. 

Baca juga: 1.152 Dapur MBG Masih Dalam Status Penghentian Operasional Sementara

Saat paket MBG diterima, mereka langsung memberikan penilaian melalui empat parameter yang tersedia dalam sistem ketepatan waktu pengiriman, aroma, rasa, dan variasi menu.

Sony menambahkan bahwa pelibatan guru dan kepala posyandu dirancang untuk meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus berfungsi sebagai sistem deteksi dini apabila ditemukan potensi masalah dalam distribusi maupun kualitas makanan.

Data Sementara

Berdasarkan data Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu (23/5/2026) pukul 21.31 WIB, sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah. 

Dari total laporan, 1.705 atau 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi. Hanya dua laporan yang mencatat makanan tidak layak. 

Ketepatan waktu distribusi mencapai 97,95 persen dengan 1.672 laporan menyebut makanan tiba tepat waktu atau lebih awal, sementara 35 laporan mencatat keterlambatan.

Pada aspek sensorik, aroma makanan dinilai memenuhi standar oleh 1.702 laporan atau 99,71 persen. 

Tampilan makanan dinilai layak oleh 1.697 laporan atau 99,41 persen. 

Adapun aspek rasa mencatat 1.688 laporan atau 98,89 persen menyatakan makanan dapat diterima dengan baik.

Pendekatan Pencegahan

Sony menegaskan pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari pendekatan sistemik BGN untuk mencegah insiden yang dapat mencederai kepercayaan publik terhadap program. 

Pengawasan tidak cukup hanya dilakukan secara internal melalui peningkatan kesadaran pelaksana, tetapi perlu diperkuat dengan mekanisme kontrol eksternal yang melibatkan masyarakat secara langsung.

BGN menyatakan sistem ini akan terus dikembangkan seiring perluasan cakupan program MBG di seluruh Indonesia.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved