Puluhan SPPG di NTB dan NTT Terdampak Kelangkaan Elpiji
Durasi penghentian operasional dan jumlah penerima manfaat yang terdampak selama periode kelangkaan belum dirinci BGN
Ringkasan Berita:
- Durasi penghentian operasional dan jumlah penerima manfaat yang terdampak selama periode kelangkaan belum dirinci BGN.
- Distribusi elpiji untuk SPPG langsung diprioritaskan pada hari yang sama setelah menerima laporan.
TRIBUNLOMBOK.COM - Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah NTT dan NTB dilaporkan sempat menghentikan operasional sementara akibat sulitnya memperoleh pasokan elpiji 12 kilogram.
Penghentian operasional SPPG berdampak pada kelangsungan layanan penyediaan makanan bergizi bagi penerima manfaat anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menjadi kelompok prioritas program.
Durasi penghentian operasional dan jumlah penerima manfaat yang terdampak selama periode kelangkaan belum dirinci secara resmi Badan Gizi Nasional (BGN).
Merespons hal itu, BGN dan PT Pertamina (Persero) menggelar koordinasi darurat untuk menangani kelangkaan gas elpiji 12 kilogram SPPG di NTB dan NTT.
Pertamina mengirimkan 420 tabung gas elpiji ke sejumlah wilayah terdampak di NTT pada Rabu (13/5/2026) langkah darurat yang diambil setelah BGN melaporkan langsung kondisi tersebut kepada jajaran direksi Pertamina Holding.
Baca juga: Satgas MBG Lombok Timur Siap Serahkan Hasil Lab Keracunan Makanan ke APH
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan bahwa penanganan darurat ini bermula dari koordinasi langsung yang ia lakukan ke tingkat pimpinan tertinggi Pertamina.
"Alhamdulillah, setelah saya lapor ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, Pak Dirut SHD langsung turun tangan. SPPG yang kehabisan gas untuk segera membeli ke pangkalan," kata Nanik di Jakarta, Rabu (13/5/2026) dikutip dari laman resmi BGN.
Nanik mengapresiasi kecepatan respons Pertamina dalam menangani persoalan distribusi yang berdampak langsung pada kelangsungan layanan MBG di wilayah terdampak.
Direktur Utama Sub Holding Downstream (SHD) PT Pertamina (Persero) Mars Ega Legowo Putra memastikan distribusi elpiji untuk SPPG di NTT langsung diprioritaskan pada hari yang sama setelah menerima laporan.
Rincian pengiriman tahap pertama:
- 220 tabung untuk wilayah Kefamenanu dan Belu
- 200 tabung untuk SPPG di Kota Kupang dan kabupaten sekitarnya
"Hari ini kami prioritaskan ke SPPG. Tadi sudah kontak PIC di NTT, 220 tabung hari ini dikirim ke wilayah Kefamenanu dan Belu, serta 200 tabung untuk SPPG di Kota Kupang dan kabupaten," ujar Ega.
Distribusi juga tengah diupayakan untuk wilayah lain yang terdampak, termasuk Sumba dan Manggarai, agar seluruh layanan MBG di NTT dapat kembali beroperasi normal.
"Kami akan terus mengupayakan ketersediaan gas agar MBG tetap berjalan normal," tegasnya.
(*)
| Gubernur NTB Berkomitmen Penuh Jadikan Tambora Geopark Dunia |
|
|---|
| Tiga Terdakwa Gratifikasi DPRD NTB Lepas Demi Hukum, Sidang Tetap Lanjut |
|
|---|
| Kasus Keracunan MBG di Lombok Timur Terungkap, Hasil Lab Temukan Bakteri E. Coli |
|
|---|
| Dokumen SLHS Jadi Bukti Tata Kelola SPPG Aman dan Profesional |
|
|---|
| BMKG Ingatkan Potensi Hujan hingga Angin Kencang di Wilayah NTB 13-15 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Salah-satu-Dapur-MBG-yang-berada-di-Kecamatan-Aikmel.jpg)