Satgas MBG Lombok Timur Siap Serahkan Hasil Lab Keracunan Makanan ke APH
Satgas MBG Lombok Timur menyatakan hasil uji laboratorium kasus dugaan keracunan makanan di Jurit Baru telah selesai.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Laelatunniam
Ringkasan Berita:
- Satgas MBG Lombok Timur menyatakan hasil uji laboratorium kasus dugaan keracunan makanan di Jurit Baru telah selesai dan siap diserahkan kepada aparat penegak hukum.
- Hasil pemeriksaan menemukan bakteri E. coli dengan kadar melebihi batas normal pada salah satu sampel makanan, yang diduga menjadi penyebab gangguan kesehatan penerima manfaat.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR – Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lombok Timur menyatakan bahwa hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan makanan di Jurit Baru, Pringgasela, telah rampung.
Hasil tersebut siap diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk keperluan penyelidikan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Timur sekaligus Anggota Satgas MBG, Lalu Aries Fahrozi, mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian apabila hasil laboratorium diminta sebagai alat bukti dalam tahap penyelidikan maupun penyidikan.
"Jika kepolisian membutuhkan hasil ini, kami berkewajiban untuk menyampaikannya," ujar Aries pada Rabu (13/5/2026).
Aries menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium dilakukan terhadap dua jenis sampel: sampel yang disimpan di bank sampel dapur MBG dan sisa makanan yang telah dikonsumsi.
Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memang diwajibkan menyimpan sampel makanan harian sebagai langkah antisipasi.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) pada salah satu sampel. Kadar bakteri tersebut dilaporkan melebihi ambang batas normal, sehingga diduga kuat menjadi penyebab gangguan kesehatan pada para penerima manfaat.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan kadarnya di atas normal," tegas Aries.
Ia menambahkan, meski bakteri E. coli umum ditemukan di lingkungan, jumlah yang melampaui batas aman dalam makanan sangat berbahaya bagi kesehatan.
Mengenai kelanjutan operasional dapur MBG (SPPG) di wilayah tersebut, Aries menyatakan keputusan belum diambil. Pihaknya akan melakukan pembahasan mendalam bersama Satgas MBG dan pemangku kepentingan terkait.
"Kalau soal penutupan itu, kita harus bahas bersama baru kita bisa memutuskan apakah ditutup permanen atau tidak," tutupnya.
Baca juga: Dinkes Lombok Timur Terima Hasil Uji Lab Menu MBG Terkait Kasus Keracunan Tapi Belum Ungkap Isinya
Kasus dugaan keracunan menu MBG di Jurit Baru ini terus menjadi perhatian publik. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan sembari menunggu data resmi hasil laboratorium dari Dinas Kesehatan.
| Dinkes Lombok Timur Terima Hasil Uji Lab Menu MBG Terkait Kasus Keracunan Tapi Belum Ungkap Isinya |
|
|---|
| Kepala Sekolah di Lombok Timur Ungkap Menu MBG yang Disantap Siswa Sebelum Dilarikan ke Puskesmas |
|
|---|
| Polda NTB Pantau Penanganan Puluhan Siswa yang Dirawat di Puskesmas Usai Santap MBG |
|
|---|
| Penerima Manfaat MBG di Jurit Baru Minta Perbaikan Menu MBG Sebelum SPPG Dibuka Kembali |
|
|---|
| SPPG Ditutup karena Kasus Keracunan, Siswa di Jurit Baru Lombok Timur Tidak Lagi Terima MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/keracunan_mbg_lombok_timur_3938282.jpg)