Idul Adha 2026
Pesan Menag Nasaruddin Umar di Momen Idul Adha 1447 H
Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal menyampaikan renungan tentang dimensi kesejarahan ibadah kurban
Ringkasan Berita:
- Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal menyampaikan renungan tentang dimensi kesejarahan ibadah kurban.
- Peristiwa kurban Nabi Ismail menjadi titik balik peradaban.
TRIBUNLOMBOK.COM - Ribuan jemaah memadati Masjid Istiqlal, Jakarta, pada malam hingga pagi Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir bersama jajaran Kabinet Merah Putih, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta para duta besar dan perwakilan negara-negara sahabat. Salat Iduladha berlangsung khidmat, tertib, dan damai.
Sehari sebelumnya, Selasa (26/5/2026), Masjid Istiqlal menyelenggarakan Takbir Akbar Nasional yang menjadi pembuka rangkaian perayaan Iduladha.
Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal menyampaikan renungan tentang dimensi kesejarahan ibadah kurban yang kerap terlupakan.
Nasaruddin mengajak jemaah menelusuri sejarah panjang peradaban manusia, di mana berbagai tradisi kuno pernah mengorbankan manusia sebagai bentuk persembahan ritual.
Di Mesir kuno, gadis-gadis dilemparkan ke Sungai Nil setiap tahun. Di India, perempuan dikubur hidup-hidup saat suami mereka wafat. Di bawah Dinasti Tang di Tiongkok, para budak dipersembahkan secara berkala.
Baca juga: Ratusan Dulang Merah di Masjid Usai Salat Idul Adha, Tradisi Turun-temurun Warga Desa Beririjarak
Peristiwa kurban Nabi Ismail, tegas Nasaruddin, menjadi titik balik peradaban yang mengakhiri praktik-praktik gelap tersebut, menggantikan pengorbanan manusia dengan hewan yang dagingnya dapat dimanfaatkan oleh sesama.
"Kurban digantikan dengan hewan yang bisa dikonsumsi oleh umat. Kurban artinya mendekatkan — ini adalah bentuk pengorbanan manusia yang digantikan dengan hewan. Iduladha tidak hanya sarat nilai spiritual, tetapi juga membawa pesan sosial untuk merawat kemanusiaan dan memperkuat karakter bangsa," tutur Nasaruddin.
Usai Takbir Akbar, Menag secara resmi menerima hewan kurban yang dikirimkan oleh Presiden RI dan Wakil Presiden RI.
Kisah Profesor yang Tidak Bisa Berenang
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis membuka khutbah tentang seorang profesor yang menyewa perahu nelayan dan dengan percaya diri memamerkan luasnya pengetahuannya mulai dari filsafat, fisika, bahasa asing.
Namun ketika sang nelayan balik bertanya, jika ombak besar datang dan perahu terbalik, bisakah Anda berenang? sang profesor terdiam.
Satu keterampilan paling mendasar itu justru tidak ia miliki.
"Ilustrasi ini berbicara tentang kesombongan diri dan hilangnya penghargaan terhadap jati diri. Manusia kerap silau dengan pencapaian intelektual dan materi, namun melupakan keterampilan hidup yang paling esensial: kerendahan hati dan kepedulian terhadap sesama," kata Hamdan di hadapan ribuan jemaah.
Hamdan menyambungkan kisah itu dengan konteks ibadah haji yang tengah berlangsung.
Menurutnya, prosesi ihram, ketika jutaan manusia mengenakan kain putih tanpa jahitan, menanggalkan seluruh simbol status sosial dan jabatan, adalah latihan terbesar peradaban Islam dalam menundukkan kesombongan.
| Ratusan Dulang Merah di Masjid Usai Salat Idul Adha, Tradisi Turun-temurun Warga Desa Beririjarak |
|
|---|
| Gubernur dan Wagub NTB Kurban Sapi Berbobot 970 Kilogram di Lombok Tengah dan Bima |
|
|---|
| Warga Bebidas Mataram Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo |
|
|---|
| Ribuan Warga Binaan Khidmat Ikuti Salat Idul Adha di Lapas Kelas IIA Lombok Barat |
|
|---|
| Baznas NTB Salurkan Puluhan Hewan Kurban, Ada yang Dijadikan Daging Kaleng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/salat_idul_adha_istiqlal_2026_022002.jpg)