Kamis, 28 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Idul Adha 2026

Warga Kelayu Potong 40 Ekor Sapi Kurban di Masjid Al-Umary

Jumlah pekurban sebanyak 280 orang, terdiri dari warga yang tinggal di desa maupun mereka yang berdomisili di luar daerah.

Tayang:
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
TRIBUNLOMBOK.COM
DAGING KURBAN - Pembagian daging kurban dalam perayaan Idul Adha 1447 hijriah di Desa Kelayu, Kelurahan Selong, Lombok Timur, Rabu (27/5/2026). Jumlah pekurban sebanyak 280 orang, terdiri dari warga yang tinggal di desa maupun mereka yang berdomisili di luar daerah. 

Ringkasan Berita:
  • jumlah pekurban sebanyak 280 orang, terdiri dari warga yang tinggal di desa maupun mereka yang berdomisili di luar daerah.
  • Seluruh hewan berasal dari partisipasi mandiri masyarakat Kelayu, menjadi wujud sukacita merayakan hari raya sekaligus memperkokoh silaturahmi antarsesama.

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Perayaan Idul Adha 1447 hijriah di Desa Kelayu, Kelurahan Selong, Lombok Timur, kembali menjadi ajang mempererat ikatan persaudaraan. 

Ribuan warga tidak hanya memadati salat Idul Adha, tetapi juga terlibat dalam pemotongan hewan kurban massal yang sudah menjadi tradisi tahunan yang tetap terjaga.

Tahun ini, kegiatan kurban yang memasuki tahun ke-26 itu berhasil menghimpun 40 ekor sapi. 

Seluruh hewan berasal dari partisipasi mandiri masyarakat Kelayu, menjadi wujud sukacita merayakan hari raya sekaligus memperkokoh silaturahmi antarsesama.

Ketua Panitia Ibadah Kurban Masjid Al-Umary, Muhammad Yani QH, S.Pd, M.Pd, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas antusiasme warga dan para pekurban yang menitipkan penyembelihan kepada panitia.

"Alhamdulillah, pada Idul Adha kali ini kami kembali menyembelih 40 ekor sapi yang terkumpul secara swadaya dari masyarakat. Ini menjadi bukti nyata bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial di Kelayu masih luar biasa tinggi," katanya pada Rabu (27/5/2026).

Baca juga: Ratusan Dulang Merah di Masjid Usai Salat Idul Adha, Tradisi Turun-temurun Warga Desa Beririjarak

Panitia mencatat daging kurban didistribusikan kepada 3.543 mustahiq. Rinciannya, 2.053 orang berasal dari Kelayu Selatan dan 1.490 orang dari Kelayu Utara. 

Sementara itu, jumlah pekurban sebanyak 280 orang, terdiri dari warga yang tinggal di desa maupun mereka yang berdomisili di luar daerah.

"Memasuki tahun ke-26 penyelenggaraan kurban, kami bersyukur tradisi ini masih terus bisa dipertahankan sebagai lambang kebersamaan dan gotong royong warisan para pendahulu," terang Yani.

Ema, seorang warga Kelayu yang bermukim di Mataram, sengaja pulang kampung untuk ikut serta dalam kurban massal. 

Ia mengaku terpikat oleh semangat kegotongroyongan yang telah dijaga puluhan tahun tersebut.

"Saya menyempatkan pulang ke kampung untuk berkurban di Masjid Al-Umary. Selain ingin menjalankan ibadah kurban, ini sekaligus momen berlebaran dan bertemu sanak saudara," kata Ema.

Bagi masyarakat Kelayu, ibadah kurban di masjid ini bukanlah sekadar rutinitas tahunan. Ini adalah ikhtiar merawat peninggalan mulia Tuan Guru Umar Kelayu (Datok Umar), ulama kharismatik Nusantara yang dikenal sebagai maha guru para tuan guru di Lombok, sekaligus poros ulama Makkah-Nusantara pada zamannya. 

Nama “Al-Umary” yang melekat pada masjid menjadi penanda abadi atas sanad keilmuan, akhlak luhur, dan dedikasi beliau terhadap umat.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved