BI NTB Ungkap Alasan Cabai Rawit Didatangkan dari Luar Daerah
Pasokan dari petani lokal NTB diperkirakan baru akan mulai membanjiri pasar dalam beberapa minggu ke depan
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Pasokan dari petani lokal NTB diperkirakan baru akan mulai membanjiri pasar dalam beberapa minggu ke depan.
- Terdapat beberapa sumber potensial, termasuk Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan untuk mendatangkan cabai.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Kepala Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hario Kartiko Pamungkas menjelaskan bahwa beberapa sentra penghasil cabai utama belum panen.
Salah satunya di Lombok Timur karena terkendala cuaca ekstrem.
Diperkirakan, pasokan dari petani lokal baru akan mulai membanjiri pasar dalam beberapa minggu ke depan saat kondisi cuaca memungkinkan untuk panen.
Untuk menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat NTB, terutama menjelang Ramadan, BI mengambil langkah strategis dengan mendatangkan pasokan cabai dari luar daerah.
Keputusan ini diambil sebagai solusi cepat untuk menambal kekurangan stok di pasar domestik.
Baca juga: Bapanas Jamin 1 Ton Cabai Sulsel Dijual di Lombok Maksimal Rp73 Ribu Per Kilogram
Hario mengungkapkan bahwa terdapat beberapa sumber potensial, termasuk Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.
Namun, setelah melalui pertimbangan matang, BI NTB memutuskan untuk mendatangkan pasokan dari Sulawesi Selatan.
Alasannya, faktor kecepatan distribusi yang juga sudah didistribusikan di Lombok Tengah melalui Bandara Internasional Lombok.
“Setelah didiskusikan, yang paling cepat bisa sampai di sini ada yang dari Sulawesi Selatan,” kata Hario, Minggu (1/3/2026).
Dia membantah bahwa petani mengalami gagal panen yang memicu turunnya suplai cabai yang turut mendongkrak harga di bulan Ramadan.
"Kalau bisa dibilang gagal itu sebenarnya bukan gagal ya, tapi mungkin momentum panennya memang baru bisa dilakukan setelah ini, karena memang kita ketahui sendiri curah hujan sangat tinggi," paparnya.
Pasokan Cabai Sulawesi
Melalui kegiatan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), sebanyak 1 ton cabai rawit merah didatangkan langsung dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, melalui Bandara Internasional Lombok, Minggu (1/3/2026).
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk menurunkan harga di pasar agar kembali mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.
Bapanas memfasilitasi penuh biaya transportasi dari daerah asal produksi ke daerah tujuan agar harga jual di tingkat konsumen tetap terjangkau.
| Ikhtiar NTB Kendalikan Harga Cabai Lewat Sektor Pendidikan |
|
|---|
| Butuh Offtaker untuk Datangkan Cabai dari Luar NTB |
|
|---|
| Sidak di Pasar Brang Biji Sumbawa, Gubernur Iqbal Temukan Harga Cabai Masih 'Pedas' |
|
|---|
| Atasi Kenaikan Harga Cabai, Pemprov NTB Datangkan Pasokan dari Sulawesi |
|
|---|
| Cabai Rawit dan Emas Perhiasan Picu Inflasi di NTB 5,37 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/HARGA-CABAI-DI-KOTA-MATARAM-2026.jpg)