Berita NTB
Atasi Kenaikan Harga Cabai, Pemprov NTB Datangkan Pasokan dari Sulawesi
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk menekan kenaikan harga cabai merah di Pulau Lombok.
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk menekan kenaikan harga cabai merah di Pulau Lombok menjelang Ramadan dan Nyepi.
- Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri menegaskan langkah ini dilakukan agar harga bahan pokok tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat, dengan dukungan pemantauan pasar bersama Perum Bulog dan Bank Indonesia.
TRIBUNLOMBOK.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan intervensi guna menekan kenaikan harga cabai merah yang sempat terjadi di beberapa wilayah Pulau Lombok.
Langkah yang diambil adalah dengan mendatangkan pasokan cabai langsung dari Sulawesi, guna memenuhi kebutuhan yang melonjak menjelang Ramadan dan Hari Raya Nyepi.
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap tingginya konsumsi masyarakat yang memicu fluktuasi harga di pasar.
"Kami berharap ketersediaan pangan tercukupi, harga terjangkau, dan distribusi barang merata ke seluruh lapisan masyarakat,"terangnya, saat menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di halaman Kantor TVRI NTB, Mataram, Rabu (11/3/2026).
Selain cabai, perhatian juga diberikan pada komoditas jagung, khususnya di wilayah Bima, Pulau Sumbawa.
Pemerintah berupaya menjalin kemitraan agar hasil panen petani mendapatkan pasar yang layak sehingga tidak merugikan produsen lokal saat puncak musim panen.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional dan TVRI menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di halaman Kantor TVRI NTB, Mataram, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: Jaga Stabilitas Harga Ramadan dan Nyepi, Pemprov NTB Gelar Gerakan Pangan Murah
Langkah ini diambil guna menekan laju inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok selama momentum bulan suci Ramadan dan Hari Raya Nyepi.
Wagub Dinda menekankan, pentingnya sinergi antarlembaga seperti Bulog dan Bank Indonesia (BI) untuk memantau harga di pasar induk maupun tradisional.
Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjaga stok sembilan bahan pokok agar tetap aman dan harganya terjangkau bagi masyarakat kecil.
"Kita harus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang memberikan efek kurang baik bagi masyarakat. Terutama karena saat ini ada dua momentum besar, yaitu saudara kita yang Muslim menjalankan Ramadan dan umat Hindu yang merayakan Nyepi," ujarnya.
| BPK Ungkap Temuan LHP 2025 di OPD hingga Sekolah, Gubernur Janji Benahi |
|
|---|
| DPRD NTB Setujui Perubahan Raperda Pajak, Target PAD Naik Rp182 Miliar |
|
|---|
| Pemerintah Pusat Berikan Bantuan Insentif Fiskal Kepada Pemerintah Daerah Berprestasi |
|
|---|
| Beredar Flyer Penculikan Anak di NTB, Pemprov Pastikan Hoaks |
|
|---|
| Catatan Pemprov Usai RSUD NTB Lunasi Utang Kontraktual Rp91,4 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/cabai-rawit-pasar-kebon-roek.jpg)