Rabu, 15 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Berita NTB

Cabai Rawit dan Emas Perhiasan Picu Inflasi di NTB 5,37 Persen

BPS mencatat inflasi tahunan NTB Februari 2026 sebesar 5,37 persen, tertinggi di Kota Bima (6,40 persen) dan terendah di Sumbawa (4,88 persen).

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Idham Khalid
TRIBUNLOMBOK.COM/Ahmad Wawan Sugandika
HARGA BAPOKTING - Salah seorang pedagang cabai di Pasar Mandalika Baretais Kota Mataram. BPS mencatat inflasi tahunan NTB Februari 2026 sebesar 5,37 persen, tertinggi di Kota Bima (6,40 persen) dan terendah di Sumbawa (4,88 persen). 
Ringkasan Berita:
  • BPS mencatat inflasi tahunan NTB Februari 2026 sebesar 5,37 persen, tertinggi di Kota Bima (6,40 persen) dan terendah di Sumbawa (4,88 persen).

  • Kenaikan dipicu komoditas seperti cabai rawit, emas perhiasan, udang, daging ayam, dan transportasi udara.

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis inflasi tahunan (y-on-y) pada bulan Februari 2026 terhadap Februari 2025 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 5,37 persen. 

Kepala BPS NTB, Wahyudin menyampaikan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima sebesar 6,40 persen dan terendah di Kabupaten Sumbawa sebesar 4,88 persen. 

Inflasi yang terjadi di NTB ini disebabkan karena harga berbagai komoditas pada bulan Februari 2026 mengalami kenaikan, ini disebut dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,49.

"Beberapa komoditas penyumbang inflasi (m-to-m) pada Februari ini seperti cabai rawit merah, emas perhiasan, udang basah, daging ayam ras dan transportasi udara," kata Wahyudin, Senin (2/3/2026). 

Andil inflasi yang disumbang cabai rawit sebesar 0,35 persen, emas perhiasan sebesar 0,21 persen, udang basah sebesar 0,08 persen, daging ayam ras sebesar 0,07 persen dan transportasi udara sebesar 0,06 persen. 

Jika dilihat pada bulan Februari 2025, inflasi NTB sebesar -0,01 persen sementara pada Februari 2026 sebesar 5,37 persen. Dibandingkan Januari 2026 inflasi di NTB sebesar 0,27 persen dan pada Februari 0,84 persen.

Baca juga: Rakor Nasional Inflasi, NTB Siapkan Strategi Stabilkan Harga Pangan

Dari sisi kelompok pengeluaran (y-ony) yang paling banyak menyumbang inflasi dari perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,10 persen. Serta perawatan pribadi dan jasa lainnya juga menyumbang inflasi sebesar 1,41 persen. 

Namun jika dilihat dari Januari ke Februari penyumbang inflasi disebabkan dari kelompok, makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,52 persen dan perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,23 persen.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved