Pembangunan Jalan Wanam-Ngguti dan Cetak Sawah 1 Juta Hektare Merupakan Proyek Strategis Nasional

Pihak swasta ditunjuk untuk membantu negara untuk menyukseskan program pemerintah proyek nasional food estate di Merauke, Papua Selatan.

|
Dok. Ahmad Rizal Ramdhani
Dansatgas Pangan BKO Ketahanan Pangan Kementan Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani bersama warga Kampung Uli-uli, Distri Ilwayam, Merauke, Papua Selatan. 

TRIBUNLOMBOK.COM - Kementerian Pertahanan bersama Kementerian Pertanian menggarap proyek nasional food estate di Merauke, Papua Selatan. 

Pemerintah memberi penugasan kepada swasta PT Jhonlin Group milik pengusaha asal Kalimantan Andi Syamsudin Arsyad alias Haji Isam ini untuk melaksanakan pembukaan lahan sawah baru. 

Dansatgas Pangan BKO Ketahanan Pangan Kementan Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani memberi sosialisasi program ini kepada warga Kampung Uli-uli, Distri Ilwayam, Merauke, Papua Selatan.

"Ini proyek pemerintah, proyek nasional untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunLombok.com, Kamis (15/8/2024).

Pihak swasta ditunjuk untuk membantu negara untuk menyukseskan program pemerintah.

Baca Selanjutnya: Program cetak sawah unit alat berat telah tiba di merauke

"Mereka perusahaan yang berpengalaman dan profesional dan didukung fasilitas yang luar biasa," jelas jenderal bintang dua ini. 

Merauke menjadi salah satu sasaran program food estate di Indonesia Timur. 

"Jika Merauke jadi lumbung pangan maka akan menjadi sumber pangan sehingga tidak perlu impor lagi," ucap mantan Danrem 162/Wira Bhakti ini.

Merauke merupakan kabupaten di Papua Selatan dengan potensi lahan pertanian 1,2 juta hektare.

Provinsi Papua Selatan terdiri dari empat kabupaten, 74 distrik, 13 kelurahan, dan 674 kampung. Sedangkan populasi di Merauke mencapai 243.722 jiwa dengan total luas wilayah mencapai 127.280,69 kilometer.

Dalam mengerjakan program ini, Jhonlin mendatangkan 2.000 ekskavator dan  tiba di Distrik Ilwayab Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Senin (29/7/2024).

Baca Selanjutnya: Program jokowi cetak sawah juta hektar di merauke manfaatkan tailing untuk bahan dasar

Dengan menggunakan tongkang Liana LXXIX, puluhan alat berat bermerk SANY itu berhasil sandar di dermaga PT Dwi Karya, Wanam.

Menurut Haji Isam, keberhasilan program cetak sawah adalah tanggung jawab besar dari negara.

Oleh karena itu, kata dia, proses bongkar alat berat yang menjadi sarana pendukung utama untuk program cetak sawah tersebut dipantaunya secara langsung.

“Ini adalah tugas negara yang diberikan kepada saya. Dalam benak saya, bagaimana gagasan cetak sawah satu juta hektare ini bisa terealisasi dan berhasil dalam tiga tahun tanpa berpikir untung rugi,” ujarnya.

(TribunLombok.com/Tribunnews.com)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved