Demo Mahasiswa dan Ojol di Mataram
Update Kondisi Gedung DPRD Dibakar Pendemo, Kondisi Rusak Parah hingga Perangkat Elektronik Dijarah
Seluruh bangunan gedung DPRD NTB sudah terbakar, berkas di dalamnya hanya sedikit yang bisa diselamatkan.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM – Kantor DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dibakar pendemo, Sabtu (30/8/2025).
Aksi ini dipicu kekesalan massa soal kenaikan gaji Rp3 juta DPR RI dan kematian Ojek Online(Ojol) Affan Kurniawan.
Kondisi kebakaran yang terjadi di Kantor DPRD NTB diidentifikasi sudah mencapai 100 persen, api dengan cepat melahap seluruh gedung hingga menyisakan kerangka gedung saja.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Damkar Kota Mataram, Multazam saat ditemui di lokasi kejadian menerangkan, seluruh bangunan gedung DPRD NTB sudah terbakar, berkas di dalamnya hanya sedikit yang bisa diselamatkan.
“Kondisinya sekarang klasifikasi ini kami suda anggap 100 persen terbakarnya, dan (Gedung DPRD NTB) sudah tidak bisa ditempati lagi,” ucap Multazam, saat temui di lokasi kejadian.
Diungkapkannya, berkas yang tertinggal di dalam gedung hampir seluruhnya terbakar, yang bisa diselamatkan hanya sebagian kecil berkas yang berada di lantai bawah.
“Semua barang yang di dalam itu sudah terbakar semua. Yang di bawah juga tidak mungkin terselamatkan maksimal. Hanya 15 persen (perkiraan) yang kita evakuasi dokumen dan lainnya,” ungkapnya.
Kendati demikian, Multazam memastikan, pada aksi demonstrasi yang berujung pembakaran gedung DPRD NTB ini, tidak terdapat korban jiwa.
Baca juga: Gedung Utama hingga Perangkat Elektronik DPRD NTB Ludes Terbakar
Dari pantauan, massa aksi mulai membakar gedung DPRD NTB dari depan pagar, hingga kemudian merangsek masuk ke dalam dan membakar seisi gedung.
Armada yang dikerahkan oleh Damkar Kota Mataram sebanyak 6 mobil pemadam, namun 3 mobil lainnya tertahan lantaran dicegat oleh massa aksi.
Pihaknya juga sampai saat ini masih mencoba untuk melakukan pemadaman api, khususnya yang ada di aral belakang, lantaran di khawatirkan api akan menjalar ke pemukiman warga.
“Prioritas kita saat ini mencoba melakukan pemadaman di areal belakang, arena arah angin ke situ, untuk itu kita juga meminta tambahan armada dari Lombok Barat dan Provinsi, tapi tertahan karena di cegat pendemo,” pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.