Demo Mahasiswa dan Ojol di Mataram
BREAKING NEWS: Mahasiswa Bakar Kantor DPRD Provinsi NTB
Kerusuhan ini dipicu lantaran protes pendemo buntut dari kenaikan Gaji DPR RI Rp3 juta per hari, ditambah dengan kematian ojek online.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Teriakan ‘Revolusi’ warnai pembakaran gedung DPRD NTB yang dilakukan oleh gabungan aliansi mahasiswa dari sejumlahBREAKING NEWS: Mahasiswa Bakar Kantor DPRD NTB universitas di NTB, Sabtu (30/8/2025).
Kerusuhan ini dipicu lantaran protes pendemo buntut dari kenaikan Gaji DPR RI Rp3 juta perhari, ditambah dengan kematian Ojek Online (Ojol), Affan Kurniawan yang tewas di lindas mobil taktis Brimob.
Masa aksi membakar bukan hanya areal pagar, namun juga seluruh ruangan yang ada di dalam gedung.
Asap pekat seketika menyelimuti Kantor DPRD NTB, ledakan juga terdengar dari arah dalam kantor yang terbakar.
Masa aksi juga merengsek masuk ke dalam, melakukan penjarahan, kursi dibawa keluar, lampu dirusak hingga seluruh perabotan yang ada didalam kantor dipaksa keluar.
Pantauan di Lokasi kejadian, sesaat kondisi mencekam menjadi tontonan warga sekitar, kebakaran hebat menyelimuti kantor DPRD NTB.
Baca juga: Demo Memanas Usai Tragedi Ojol: Gubernur Sulsel Rangkul Massa, Dedi Mulyadi Nyaris Diserang
Api juga terpantau sudah membakar atap gedung yang membuat asap tebal seketika menjadikan langit cerah menjadi gelap di sekitaran Tempat Kejadian Perkara.
Masa aksi mulai berdatangan sekitar pukul 12:30 Wita, mereka membawa pasukan setelah usai melakukan demonstrasi di Polda NTB.
Aksi mulai mencekam sekira pukul 13:30, masa aksi yang tidak menemukan keberadaan Anggota DPRD didalam kantor langsung masuk melakukan aksi pembakaran.
Pendemo sempat dipaksa mundur dengan tembakan air mata yang dilakukan pihak kepolisian yang berjaga di areal kantor DPRD.
Akan tetapi, hal itu tidak membuat pendemo gentar, mereka tetap berada didepan kantor, melihat terbakarnya kantor DPRD dengan teriakan ‘Revolusi’
Warga yang menonton kejadian pembakaran tersebut juga mengaku ngeri, hal ini lantaran tumben kejadian seperti ini terjadi di NTB.
“Ngeri mas, ini tumben seperti ini, bukan hanya ban saja yang dibakar, tapi seluruh gedung,” ucap Syarif Hidayat saat ditemui di lokasi kejadian.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.