Berita Lombok Timur

Kisah Warga Lombok Timur Melawan TBC: Raenah yang Pantang Menyerah dan Menolak Pasrah

Dengan didukung penuh tim Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Rarang, Raenah bisa sembuh dalam kurun waktu 6 bulan

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Kader TBC Puskesmas Rarang saat menjumpai Ibu Raenah (52) diberugak rumahnya di Desa Lando, Kecamatan Terara, Lombok Timur. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Penyakit Tuberkulosis (TBC) menjadi penyakit yang cukup menjadi perhatian di Kabupaten Lombok Timur.

Keberadaannya bahkan menyebar di 21 Kecamatan di Lombok Timur, namun TBC tidak akan menjadi momok sepanjang hayat jika mau berobat dengan semangat.

Raenah (52) asal Desa Lando, Kecamatan Terara, Lombok Timur menjadi bukti TBC bisa disembuhkan.

Bahkan setelah sebelumnya ia didiagnosis TBC tingkat lanjut dikarenakan 1 tahun dirinya menyimpan penyakit yang menyerang paru-paru itu.

Baca juga: Siswi Kelas 1 SD di Bima Tewas Tenggelam di Pantai Mata Air Tampuro Saat Piknik Usai Terima Rapor

Namun berkat semangatnya dengan didukung penuh tim Tenaga Kesehatan (Nakes) Puskesmas Rarang, Raenah bisa sembuh dalam kurun waktu 6 bulan.

Saat ditemui di berugak rumahnya, Raenah tampak sedang duduk sembari melihat tanahnya, dia yang mulanya kurus, lesu, dan pucat, sekarang menjelma menjadi ibu yang tetap tegar mencari nafkah untuk keluarga kecilnya.

Ibu satu anak itu tinggal disebuah gang kecil, hingga kendaraan besar tidak bisa mengarah ke tempat tinggalnya tersebut, berada ditengah-tengah sawah, rumah batu batanya tampak berlumut lantaran kelembaban ditempat itu cukup tinggi.

Dengan kondisi rumahnya itulah yang membuat dia mau tidak mau harus bersahabat dengan TBC.

Sewaktu-waktu, batuk berkepanjangan hingga berbulan-bulan membuatnya berinisiatif melakukan pemeriksaan di Puskesmas Rarang.

Baca juga: 300 Warga Kabupaten Bima Positif TBC Sejak Januari 2023

"Saat itu saya bertemu dengan Ibu Sarpini selaku kader TB, dia yang membawa saya langsung berobat ke Puskesmas Rarang," ucapnya, Minggu (25/6/2023).

Raenah tak memungkiri hatinya sempat hancur tatkala dokter mendiagnosis TBC. Yang terbersit di pikirannya saat itu, bagaimana caranya dia bisa bekerja agar dapat membiayai keluarganya.

Ia juga membagi pengalaman rasanya menjadi pasien TBC selama lebih dari 1 tahun.

"Saya mengalami TB itu dari satu tahun lalu, satu tahun sebelumnya juga saya tidak tau penyakit TB ini menjangkit saya," katanya.

Stigma dirasakan Raenah Saat masyarakat tahu dirinya menderita TBC, masyarakat sempat mengucilkannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved