Berita Lombok Timur

BLT Gagal Salur di Lombok Timur Tahun 2022 Capai 1,5 Ribu Penerima

Pada usulan penerima di tahun 2023, daftar penerima BLT di Lombok Timur yang sudah meninggal nantinya akan diganti dengan yang masuk daftar tunggu

TRIBUNLOMBOK.COM/AHMAD WAWAN SUGANDIKA
Kepala Dinas Sosial Lombok Timur H. Suroto. Pada usulan penerima di tahun 2023, daftar penerima BLT di Lombok Timur yang sudah meninggal nantinya akan diganti dengan yang masuk daftar tunggu. 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Lombok Timur sudah mencapai angka 99,16 persen hingga akhir 2022.

Namun rupanya dari angka tersebut masih terdata sejumlah 1,5 ribu penerima di Lombok Timur masih belum menerima penyaluran BLT.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lombok Timur Suroto menjelaskan alasan BLT gagal salur ini.

"Untuk tahapan pertama kemarin di tahun 2022, sudah ada laporan dari pos, masih ada yang gagal salur untuk bantuan sosial melalui pos, sekitar 1,500 penerima," ucap Suroto, kepada TribunLombok.com, Minggu (15/1/2023).

Dia menjelaskan, secara angka jumlahnya terlihat cukup besar, namun jika dipersentasikan hanya 1 persen.

Baca juga: Sebanyak 2.725 Sopir Angkutan Umum Terima BLT dari Dishub Lotim, dari Tukang Ojek hingga Cidomo

"Capaian kita di Lombok Timur sudah 99,9 persen," tuturnya.

Angka 1,5 ribu penerima BLT gagal salur tersebut karena 53 orang penerima meninggal dunia.

Suroto menyebut penerima BLT meninggal dunia yang terdaftar tersebut rata-rata yang berumur lansia 70 tahun ke atas.

Hingga pada November 2022, Dinas Sosial Lombok Timur telah menerjunkan tim untuk melakukan validasi data lanjutan.

Selain itu, Dinsos Lombok Timur juga telah membuat Surat Edaran (SE) yang ditembuskan ke masing-masing kecamatan hingga desa.

"Untuk melaporkan siapa-siapa warganya yang meninggal," bebernya.

Pada usulan penerima di tahun 2023 ini, daftar yang sudah meninggal nantinya akan dikeluarkan dan diganti dengan daftar tunggu.

Alasannya, tidak semua nama dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan dapat bantuan.

"Tadi kita bilang, kemampuan pemberian bantuan itu kalau seandainya DTKS kita itu sesuai dengan harapan berkisaran 40 persen dari penduduk mungkin akan dapat semua, karena yang dapat bantuan ini kalau kita hitung jumlahnya sekarang 142 ribuan yang Bansos," sebutnya.

Jumlah itu setara dengan 50 persen dari jumlah data saat ini sementara yang masuk DTKS 70 persen.

"Artinya meskipun masuk DTKS, kalau semisal yang masuk DTKS itu jumlahnya 100, dan bantuannya hanya 60 ya rangking 1 sampai 60 ini yang dapat, yang lainnya meskupun masuk DTKS, belakangan," demikian Suroto.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved