Google Doodle Hari Ini HR Rasuna Said: 'Singa Betina' dari Minang yang Lantang Menentang Kolonial

HR Rasuna Said dijuluki sebagai 'Singa Betina' berkat ketegasannya memperjuangkan hak perempuan di masa kolonial Belanda dan penjajahan Jepang

Tangkapan layar Ensklopedi Pahlawan Nasional 1995/Google
Pahlawan nasional Rasuna Said dan google doodle. HR Rasuna Said dijuluki 'Singa Betina' berkat ketegasannya memperjuangkan hak perempuan di masa kolonial Belanda dan penjajahan Jepang 

TRIBUNLOMBOK.COM - Google doodle hari ini menampilkan Hajjah Rasuna Said sebagai peringatan 112 tahun ulang tahun pahlawan nasional asal tanah Minang ini.

HR Rasuna Said lahir di dekat Danau Maninjau Sumatera Barat pada 14 September 1910 dan meninggal di Jakarta 2 November 1965 dimakamkam di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Dalam penjelasannya, Google doodle mengurai HR Rasuna Said sebagai 'Singa Betina' sebagai wujud ketegasannya dalam isu sosial dan hak perempuan.

Rasuna Said muda sudah menunjukkan tajinya mengungkap keresahan masyarakat kala itu berkat kecerdasan dan keuletannya.

Baca juga: Google Doodle Kenang Benyamin Sueb, Seniman yang Pernah Daftar Pilot, Bagaimana Perjalanan Hidupnya?

Selain itu, HR Rasuna Said juga seorang jurnalis dan pernah memimpin majalah 'Menara Puteri.'

Profil HR Rasuna Said

Dikutip dari Ensiklopedi Pahlawan Nasional yang diterbitkan tahun 1995 oleh Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, HR Rasuna Said mengawali karirnya di organisasi Sarikat Rakyat dengan jabatan Sekretaris Cabang.

Dia kemudian bergabung dengan Persatuan Muslimin Indonesia (Permi) sebuah partai yang berhaluan Islam dan nasional.

Dengan cepat, HR Rasuna Said menduduki jabatan Pengurus Besar Permi.

Fokusnya adalah membuka sekolah sastra untuk perempuan di seluruh Sumatera Barat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved