Breaking News:

Gubernur NTB: Keuntungan Menanam Jagung Membuat Kita Terlena

Kerusakan hutan yang parah di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pemicu utama terjadinya banjir bandang.

Penulis: Sirtupillaili
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
TribunLombok.com/Sirtupillaili
JAGUNG: Seorang petani melintas di lahan jagung miliknya menggunakan sepeda motor, di Kabupaten Dompu, Provinsi NTB, April 2019.   

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM – Kerusakan hutan yang parah di Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi pemicu utama terjadinya banjir bandang.

Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah tidak menafikan hal itu.

Menurutnya, keutungan menanam jagung membuat banyak masyarakat terlena. Tanpa disadari banyak hutan-hutan habis dibabat.

”Musibah ini menyadarkan kita bahwa kegiatan penghijaun adalah kebutuhan untuk sekarang dan untuk masa yang akan datang," kata Zulkieflimansyah, dalam rilisnya, Selasa (13/4/2021).

Upaya menekan laju kerusakan hutan, kata Gubernur Zul, sudah dilakukan pihaknya.

Untuk menekan illegal logging, dia sudah melakukan moratorium kayu dari pulau Sumbawa dan Lombok keluar daerah.

HUTAN GUNDUL: Anak-anak di Kabupaten Dompu, Provinsi NTB melihat ke arah hutan gundul yang beralih fungsi menjadi lahan tanaman jagung. Foto ini diambil 10 April 2019.
HUTAN GUNDUL: Anak-anak di Kabupaten Dompu, Provinsi NTB melihat ke arah hutan gundul yang beralih fungsi menjadi lahan tanaman jagung. Foto ini diambil 10 April 2019. (TribunLombok.com/Sirtupillaili)

"Alhamdulillah kami mampu menekan ratusan kayu yang hampir tiap saat diseberangkan ke luar daerah. Karena ketegasan staf angkatan darat, apabila ada oknum yang melanggar akan dipecat," ujarnya.

Program BNPB berupa penanaman pohon bernilai ekonomis di NTB diharapkan mengembalikan hutan lindung dan meminimalisir banjir bandang di NTB.

“Kami akan bersinergi dengan bupati dan wali kota bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk melakukan gerakan penghijauan kembali," kata Gubernur.

Baca juga: Hutan Gundul Penyebab Banjir Bima-Dompu, Ini Kata Kepala BNPB

Baca juga: Tertutup Awan dan Cahaya Matahari, Hilal Tidak Terlihat di Lombok

Baca juga: Bacaan Doa Kamilin, Doa Kebaikan Dibaca setelah Shalat Tarawih, Bahasa Arab, Latin dan Artinya

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved