Tertutup Awan dan Cahaya Matahari, Hilal Tidak Terlihat di Lombok

Hilal atau bulan sabit muda tanda dimulainya bulan Ramadhan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak terlihat. 

TribunLombok.com/Sirtupillaili
MENEROPONG HILAL: Kepala Kakanwil Kemenag NTB M Zaidi Abdad meneropong hilal menggunakan teleskop di Loang Baloq, Pantai Tanjung Karang, Mataram, Senin (12/4/2021).        

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Hilal atau bulan sabit muda tanda dimulainya bulan Ramadhan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak terlihat. 

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB dan BMKG Stasiun Geofisika Mataram, hingga pukul 18:27 Wita, hilal tidak terlihat. 

"Pada jam terbenamnya hilal (18:27 Wita) hilal tidak terlihat karena awan tebal," kata Ida Suriyati, tim Hisab Rukyat Kanwail Kemenag Provinsi NTB, Senin (11/4/2021).

Tim Hisab Rukyat Kemenag NTB melakukan pemantauan bersama tim dari BMKG Stasiun Geofisika Mataram, dan UIN Mataram, di Taman Loang Baloq, Pantai Tanjung Karang, Kota Mataram. 

Baca juga: Mimpi Basah di Siang Hari saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasa? Begini Penjelasan Ustaz

Meski menggunakan teleskop, namun hingga waktu yang ditentukan hilal tidak kunjung terlihat. 

Meski demikian, dia memastikan hilal hari ini berada pada posisi 3 derajat 59 menit. 

Kemudian azimut hilal atau elongasi 5 derajat 17.18,3 detik. 

Umur bulan 7 jam lebih, sejak tadi jam 11.00 Wita sampai pemantauan hilal. 

"Semua kriteria sudah terpenuhi. Sehingga secara sains kita sudah memasuki bulan Ramadhan," katanya. 

Tapi keputusan apakah akan memasuki bulan puasa ditentukan pemerintah pusat melalui sidsng isbat. 

Baca juga: 10 Surat Pendek yang Mudah Dihafalkan, Lengkap dengan Niat Shalat Tarawih Ramadhan

Baca juga: Pemuda Lombok Tengah Ditemukan Tewas, Penyebab Kematian Masih Misteri

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi menjelaskan, hilal tidak terlihat karena hilal masih berada di ketinggian 3 derajat, sangat rendah 

Di samping itu, waktu pengamatan hanya 17 menit dan saat pemantauan terganggu dengan sinar cahaya matahari. 

"Secara cuaca, kondisi cuaca sebenarnya bagus," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Lombok
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved