Opini
Saat Idulfitri Berbeda: Ujian Istimrar dan Kedewasaan Umat
Perbedaan hisab dan rukyat sejatinya bukan pertentangan antara benar dan salah, tetapi perbedaan pendekatan dalam memahami dalil.
Oleh: Dr. H. Ahsanul Khalik
* Penulis merupakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah periode 2012-2017 dan periode 2017-2022.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Ramadan adalah guru yang singgah sebulan, tetapi pelajarannya dimaksudkan untuk seumur hidup. Ia datang menenangkan yang gelisah, menahan yang berlebihan, dan membersihkan yang selama ini luput dari perhatian. Namun Ramadan tidak menguji kita pada kuatnya ibadah saat ia hadir, melainkan pada kesetiaan menjaga kebaikan ketika ia telah pergi.
Di sanalah letak hikmahnya: istimrar, yaitu keteguhan menjaga cahaya kebaikan dalam hari-hari biasa.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa… agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Takwa bukan peristiwa musiman. Ia adalah keadaan jiwa yang terus dijaga, bahkan setelah Ramadhan berlalu.
Rasulullah SAW bersabda:
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka keberhasilan Ramadan bukan diukur dari seberapa kuat kita beribadah selama sebulan, tetapi dari sejauh mana kita mampu menjaga nilai-nilainya setelah ia pergi.
Ketika Idul Fitri Tidak Sama: Dari Fiqih ke Kedewasaan
Setiap tahun, umat Islam hampir selalu dihadapkan pada satu kenyataan: perbedaan penetapan Hari Raya Idulfitri. Ada yang merayakan lebih dahulu, ada yang kemudian. Ada yang menggunakan hisab, ada yang menggunakan rukyat.
Baca juga: Beda Hari Lebaran, Pemprov NTB: Mari Rajut Persaudaraan
Perbedaan ini sering kali menjadi ruang perdebatan. Padahal jika ditelusuri lebih dalam, ia adalah bagian dari kekayaan khazanah keilmuan Islam.
Allah SWT berfirman:
“Jika Allah menghendaki, Dia bisa menjadikan sekuruh manusia menjadi satu umat saja, tetapi mereka akan senantiasa berbeda pendapat.” (QS. Hud: 118).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/PERBEDAAN-IDULFITRI-SEBAGAI-RAHMAT-2026.jpg)