Rabu, 20 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Opini

Desa Berdaya NTB: Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Menuju Pencapaian SDGs

Program unggulan di bawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal ini menandai pergeseran paradigma pembangunan desa.

Tayang:
Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM/Dzul Fikri
Giri Arnawa. Penulis saat ini merupakan tim Percepatan Pembangunan dan Penguatan Koordinasi Gubernur NTB. 

Oleh: Giri Arnawa

Kemiskinan masih menjadi tantangan struktural pembangunan Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB). Persoalannya tidak lagi sekadar soal jumlah penduduk miskin, melainkan juga kedalaman dan keparahan kemiskinan—jarak antara pengeluaran rumah tangga miskin dengan garis kemiskinan, serta ketimpangan di antara kelompok miskin itu sendiri. 

Inilah yang membuat kemiskinan sulit diputus jika hanya ditangani dengan pendekatan bantuan sesaat, melakukan program biasa-biasa saja. 

Dalam konteks tersebut, peluncuran Program Desa Berdaya NTB oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 16 Desember 2025, serangkaian Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTB, menjadi langkah strategis yang patut dicermati secara nasional. 

Program unggulan di bawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal ini menandai pergeseran paradigma pembangunan desa: dari sekadar distribusi bantuan menuju pembangunan berbasis keberdayaan dan kemandirian.

Sebagai provinsi dengan karakter kepulauan, basis ekonomi perdesaan yang kuat, serta ketergantungan pada sektor primer, NTB menghadapi tantangan kemiskinan yang khas. Fluktuasi iklim, keterbatasan akses pasar, serta kerentanan bencana memperbesar risiko rumah tangga miskin untuk jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan ekstrem.

Secara nasional, pemerintah telah menetapkan target nol kemiskinan ekstrem, sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan dan komitmen global Indonesia terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Khususnya Tujuan SDGs 1: Tanpa Kemiskinan. Namun, capaian target ini sangat bergantung pada efektivitas implementasi di daerah—terutama di tingkat desa, tempat sebagian besar penduduk miskin bermukim.

Baca juga: Lalu Iqbal Tegaskan Desa Berdaya Sebagai Pondasi Pembangunan Nasional, Menteri Desa Apresiasi

Desa Berdaya: Menjawab Isu Struktural dari Akar

Program Desa Berdaya NTB dirancang untuk menjawab persoalan struktural tersebut. Program ini tidak berdiri sebagai proyek sektoral, melainkan sebagai platform konvergensi pembangunan desa yang mengintegrasikan perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, penguatan sosial, dan inklusi keuangan.

Pada tahap awal, Desa Berdaya menyasar desa-desa miskin ekstrem dengan pendekatan model graduasi—sebuah strategi yang memastikan rumah tangga miskin tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh pendampingan intensif, aset produktif, dan peningkatan kapasitas hingga mampu keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan. 

Pendekatan ini sejalan dengan praktik baik global dalam pengentasan kemiskinan ekstrem yang telah diterapkan di berbagai negara berkembang.

Kontribusi Nyata Terhadap SDGs

Lebih jauh, Desa Berdaya NTB berkontribusi langsung pada sejumlah tujuan SDGs, antara lain:

• SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan): melalui penghapusan kemiskinan ekstrem berbasis graduasi.

• SDGs 2 (Tanpa Kelaparan): dengan penguatan ketahanan pangan desa dan pengembangan pertanian lokal.

• SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): melalui penguatan mata pencaharian dan ekonomi berbasis potensi desa.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved