RSUD NTB Bentuk Satgas Tata Ulang Aset
Satgas bertugas untuk mendata dan mengecek aset yang dimiliki setiap ruangan di rumah sakit terkait dengan kelayakannya.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Satgas bertugas untuk mendata dan mengecek aset yang dimiliki setiap ruangan di rumah sakit terkait dengan kelayakannya.
- Setelah dilakukan pemetaan terhadap aset-aset yang ada di rumah sakit tersebut dan mengetahui kondisinya, langkah yang akan dilakukan bisa direncanakan termasuk kebutuhan anggarannya.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Setelah melunasi utang kontraktual sebesar Rp91,4 miliar, manajemen baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk satuan tugas (Satgas) aset.
Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD NTB, Baiq Nelly Kusumawati Makruf mengatakan, Satgas ini bertugas untuk mendata dan mengecek aset yang dimiliki setiap ruangan di rumah sakit terkait dengan kelayakannya.
Setiap ruangan akan dibuatkan kartu inventaris aset (KIR), serta berkolaborasi dengan Wadir Umum dan Operasional untuk mengecek kondisi aset yang rusak sedang, parah, dan idle aset.
"Semua kita mapping sehingga kita bisa dengan data-data tersebut kita bisa membuat perencanaan yang akurat," kata Nelly, Rabu (20/5/2026).
Setelah dilakukan pemetaan terhadap aset-aset yang ada di rumah sakit tersebut dan mengetahui kondisinya, langkah yang akan dilakukan bisa direncanakan termasuk kebutuhan anggarannya.
"Berapa yang harus kita butuhkan lagi untuk yang baru, karena yang lama sudah rusak parah sehingga harus kita lakukan penghapusan," kata Nelly.
Baca juga: Catatan Pemprov Usai RSUD NTB Lunasi Utang Kontraktual Rp91,4 Miliar
Dari aset yang rusak tersebut juga bisa dilelang dan menjadi sumber pendapatan bagi rumah sakit.
Nelly juga sedang melakukan appraisal terhadap lahan di RSUD Provinsi NTB untuk mengoptimalisasi penggunaannya.
"Kita sangat optimis dengan kondisi yang sekarang ini kalau kita benar-benar kerja keras dan benar-benar memberikan tambahan pelayanan dan inovasi-inovasi untuk diversifikasi pendapatan kita," jelasnya.
Sebagai salah satu badan layanan umum daerah (BLUD), RSUD NTB juga berencana mengembangkan sayap bisnisnya, untuk menggenjot pendapatan dengan mengoptimalisasi aset khususnya lahan yang ada saat ini untuk disewakan.
Dari sisi belanja pegawai, RSUD NTB termasuk yang tinggi karena diberikan kewenangan sendiri untuk menggaji pegawai.
Untuk belanja obat-obatan, Nelly menegaskan akan mengevaluasi vendor yang bekerjasama saat ini.
Bahkan dia berencana akan melakukan beauty contest terhadap vendor baru, menyiapkan skema yang lebih terukur sehingga tidak terjadi belanja obat yang berlebihan.
(*)
| Catatan Pemprov Usai RSUD NTB Lunasi Utang Kontraktual Rp91,4 Miliar |
|
|---|
| Gubernur Iqbal Minta Manajemen RSUD NTB Segera Lakukan Transformasi Layanan |
|
|---|
| 41 Persen Aset Tanah Pemkab Lombok Tengah Belum Bersertifikat |
|
|---|
| Vonis 3 Terdakwa Korupsi Aset Pemprov NTB Eks PT GTI Jadi Pintu Masuk Penertiban Gili Trawangan |
|
|---|
| Manajemen Baru RSUD NTB Benahi Tata Kelola, Targetkan Lunasi Utang Rp41 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/nelly_rsud_ntb_292992.jpg)