Gedung SMAN 7 Mataram Ambruk
Dikpora NTB Ungkap Bangunan SMAN 7 Mataram yang Ambruk Berusia 20 Tahun
Proses belajar mengajar akan dialihkan ke gedung kelas 12 yang saat ini sudah menyelesaikan ujian akhir.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Dikpora melakukan assessment terhadap bangunan yang berada di samping bangunan yang ambruk, guna mengantisipasi kejadian serupa.
- Proses belajar mengajar akan dialihkan ke gedung kelas 12 yang saat ini sudah menyelesaikan ujian akhir.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat (NTB), Syamsul Hadi mengatakan usia bangunan SMAN 7 Mataram yang ambruk berusia 20 tahun.
"Usia bangunan barangkali, karena sudah 20 tahun usianya," kata Syamsul, Selasa (19/5/2026).
Pada tahun 2024 sekolah yang berlokasi di Jalan Aji Sucipto, Ampenan Utara ini mendapatkan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK) untuk revitalisasi gedung.
Namun dua ruang kelas yang ambruk tersebut bukan bangunan yang direvitalisasi, padahal seharusnya tersentuh revitalisasi dari suntikan dana pemerintah pusat itu.
"Lain itu lain bangunan, berbeda agak jauh tempatnya," jelas Syamsul.
Baca juga: Pemprov NTB Tanggung Biaya Pengobatan Siswa Korban Ambruknya Atap Gedung SMAN 7 Mataram
Untuk sementara, kata Syamsul, proses belajar mengajar akan dialihkan ke gedung kelas 12 yang saat ini sudah menyelesaikan ujian akhir.
Peristiwa ini menyebabkan lima orang menjadi korban, empat sudah kembali ke rumah dan satu orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Ini kejadian waktu jam istirahat, empat korban sudah kembali ke rumah, satu korban saya minta untuk di observasi," kata Syamsul.
Dikpora melakukan assessment terhadap bangunan yang berada di samping bangunan yang ambruk, guna mengantisipasi kejadian serupa.
Terkait dengan kerugian dari peristiwa ini, Syamsul mengatakan sedang dilakukan penghitungan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP).
Terpisah Juru bicara Pemerintah Provinsi NTB, Ahsanul Khalik mengatakan tahun 2024 ada sejumlah sekolah yang mendapatkan DAK, termasuk SMAN 7 Mataram.
Namun sebagian dari bangunan yang mendapatkan dana tersebut belum bisa dimanfaatkan, karena masih dalam proses penegakan hukum.
Aka sapaan akrabnya mengatakan seluruh anggaran untuk revitalisasi sekolah sudah dibayarkan, namun pembangunan gedung sekolah belum terselesaikan.
"Jika pembangunan tersebut bisa diselesaikan sesuai dengan perencanaan, para siswa mestinya sudah dapat menggunakan ruang kelas baru yang layak dan aman," kata Aka.
Sesuai dengan arahan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, semua pihak diminta untuk memprioritaskan penanganan para korban dan memastikan semua biaya pengobatan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi NTB.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/sman-7-mataram-ambruk-20209292.jpg)