NTB

Gubernur Iqbal Minta Manajemen RSUD NTB Segera Lakukan Transformasi Layanan

Diskominfotik NTB
PELAYANAN - Gubernur Provinsi NTB, Lalu Muhamad Iqbal saat menghadiri kegiatan di Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram, Kamis (7/5/2026). Gubernur Iqbal saat ini mengarahkan agar jajaran manajemen RSUD NTB melakukan transformasi layanan. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal ingin agar masyarakat merasakan pelayanan cepat, manusiawi, nyaman, dan ada kepastian di RSUD NTB.
  • RSUD NTB akan melakukan redistribusi kapasitas tempat tidur layanan anak.
  • RSUD NTB tengah menyiapkan penerapan penuh "Dual-Track Pathway" atau pemisahan jalur pasien infeksius dan non-infeksius sejak pintu masuk rumah sakit.

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Setelah utang kontraktual berhasil dilunasi, jajaran manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB diharapkan segera melakukan transformasi pelayanan.  

Transformasi menyeluruh ini diperlukan agar pelayanan kesehatan lebih cepat, modern, manusiawi, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Rumah sakit hari ini tidak cukup hanya besar secara fisik, yang paling penting adalah bagaimana masyarakat merasakan pelayanan cepat, manusiawi, nyaman, dan memberi kepastian,” kata Gubernur Provinsi NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam rilis yang diterima Tribun Lombok, Senin (18/5/2026).

Arahan ini juga disampaikan langsung gubernur dalam rapat khusus bersama Direktur RSUD NTB drg. H. Asrul Sani, M.Kes., beserta jajarannya, pada Rabu (13/5/2026). Turut hadir Dr Ahsanul Khalik, Kepala Diskominfotik NTB.

Ahsanul Khalik selaku juru bicara Pemprov NTB menjelaskan, gubernur menekankan agar rumah sakit pemerintah tidak cukup hanya besar dari sisi bangunan dan fasilitas, tetapi harus mampu menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Ukuran keberhasilan rumah sakit hari ini terletak pada kecepatan pelayanan, kenyamanan pasien, kepastian sistem layanan, hingga kemampuan rumah sakit menghadirkan pelayanan yang manusiawi dan responsif.

Salah satu fokus utama pembenahan yakni pada pelayanan klinis dan penataan alur layanan pasien agar lebih efektif dan responsif.

RSUD NTB akan melakukan redistribusi kapasitas tempat tidur layanan anak atau pediatri dari ruang dengan tingkat keterisian rendah menuju ruang dengan kebutuhan lebih tinggi seperti Gili Nanggu dan Antares. 

"Langkah ini ditargetkan mampu mengurangi kepadatan di IGD sekaligus menekan antrean boarding patient," ujar pria yang akrab disapa Aka ini.

Baca juga: Utang Rp91,4 Miliar RSUD NTB Tuntas, Gubernur Iqbal: Kini Waktunya Berbenah

Pemisahan Jalur Pasien

Pada saat yang sama, rumah sakit juga mulai menyiapkan penerapan penuh "Dual-Track Pathway" atau pemisahan jalur pasien infeksius dan non-infeksius sejak pintu masuk rumah sakit. 

Sistem tersebut diharapkan mampu menekan risiko infeksi nosokomial sekaligus mempercepat response time pelayanan hingga di bawah enam jam.

Penguatan layanan kritis juga menjadi perhatian utama, terutama melalui peningkatan kesiapan sarana ICU dan sistem monitoring pasien dengan tingkat keparahan tinggi guna menekan angka mortalitas pasien intensif.

Selain pembenahan layanan klinis, Gubernur Iqbal juga meminta direksi RSUD melakukan percepatan transformasi digital, agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, pasti, dan terintegrasi.

Manajemen RSUD NTB saat ini sedang memperkuat sistem pendaftaran daring, rekam medis elektronik, manajemen antrean, hingga dashboard pengendalian rumah sakit dan Standar Pelayanan Minimal secara real-time untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data sekaligus meningkatkan kecepatan pelayanan.

Langkah berikutnya dilakukan melalui sinkronisasi data aset dan sumber daya manusia rumah sakit ke sistem nasional Kementerian Kesehatan guna memperkuat status layanan paripurna rumah sakit tipe A.

RSUD NTB juga mulai memperkuat validasi indikator mutu serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan melalui berbagai pelatihan layanan kritis agar kualitas pelayanan tetap terjaga dan semakin profesional.

Gubernur Iqbal juga menaruh perhatian serius terhadap kualitas lingkungan kerja tenaga kesehatan sebagai bagian penting dari transformasi rumah sakit.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB turut mendorong pembenahan fasilitas pendukung rumah sakit, mulai dari ruang istirahat tenaga kesehatan, sarana olahraga, layanan penitipan anak (day care), hingga penguatan sistem ambulans profesional yang mampu menjamin kecepatan dan ketepatan pelayanan kepada masyarakat.

Sistem Pelayanan Cepat 

lihat fotoRUMAH SAKIT - Potret udara gedung kawasan pelayanan RSUD Provinsi NTB di Kota Mataram.
RUMAH SAKIT - Potret udara gedung kawasan pelayanan RSUD Provinsi NTB di Kota Mataram.

Sementara itu, Direktur RSUD Provinsi NTB drg. H. Asrul Sani, M.Kes menyampaikan bahwa transformasi rumah sakit saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembenahan internal, tetapi diarahkan untuk membangun sistem pelayanan yang lebih cepat, terukur, modern, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit juga terus memperkuat budaya pelayanan, kualitas SDM, serta sistem kerja yang lebih responsif agar masyarakat dapat merasakan perubahan pelayanan secara nyata.

Setelah memastikan kesehatan fiskal, salah satu target besar yang ingin dicapai ke depan adalah peningkatan pendapatan rumah sakit, mewujudkan kondisi zero utang, mengurangi ketergantungan terhadap subsidi APBD, serta membangun organisasi yang semakin mandiri dan berkelanjutan.

Kini, arah perubahan RSUD NTB tidak lagi hanya berfokus pada pembenahan internal, tetapi bergerak menuju pelayanan kesehatan yang lebih modern, profesional, cepat, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan fondasi transformasi yang mulai dibangun, RSUD NTB diarahkan menjadi rumah sakit yang sehat dalam tata kelola, mandiri dalam pengembangan, makmur dalam pertumbuhan, dan mendunia dalam kualitas pelayanan.