Dinas Perikanan dan Kelautan NTB
NTB Kembangkan Ekonomi Pesisir Berbasis Kearifan Lokal
Dislutan NTB mendorong pengembangan ekonomi pesisir secara merata dengan memprioritaskan kearifan lokal.
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
Ringkasan Berita:
- Dislutan NTB mendorong pengembangan ekonomi pesisir secara merata dengan memprioritaskan kearifan lokal, seperti budidaya lobster di Lombok Timur dan wisata mangrove di Lombok Barat.
- Sektor kelautan menghadapi tantangan berupa penyusutan jumlah nelayan dan penurunan hasil tangkapan akibat rusaknya ekosistem laut dan sedimentasi.
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pengembangan potensi ekonomi dari sumber daya kelautan.
Pengembangan ini diprioritaskan secara merata di seluruh wilayah pesisir, tidak hanya terfokus pada wilayah dengan potensi besar saja.
"Walaupun dia sedikit, kita usahakan agar tetap merata," kata Kepala Dislutan NTB, Muslim, kepada TribunLombok.com, Selasa (2/12/2025).
Muslim mengatakan, dalam pengembangan ekonomi ini, pemerintah mendorong agar memprioritaskan kearifan lokal di wilayah pesisir.
Misalnya, di Lombok Timur didorong untuk mengembangkan lobster, sementara di Lombok Barat, pengembangan potensi kelautan justru diarahkan untuk menciptakan wisata mangrove yang menjanjikan.
Diversifikasi Penghasilan Lewat Wisata Bahari
Pengembangan wisata mangrove di Lombok Barat dinilai sangat potensial, terutama dengan seringnya kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Gili Mas. Ini membuka peluang bagi banyak wisatawan untuk berkunjung.
"Mereka tidak bekerja sebagai nelayan, tetapi masih tidak terlepas dari kelautan," kata Muslim.
Bahkan, sebagian besar pemuda di Lombok Barat menggandeng travel agent dalam pengembangan potensi wisata berbasis bahari ini. Pemerintah juga telah memberikan dukungan, seperti membangun tracking mangrove sepanjang 300-400 meter.
"Inikan nanti bisa didapat dari tiket masuk, parkir atau spot lain yang dibangun di dalamnya," jelas Muslim.
Sementara di Lombok Timur, tepatnya di Tanjung Luar, diberikan bantuan berupa perahu wisata yang bisa dimanfaatkan untuk mengantarkan tamu ke beberapa spot di sana.
"Mereka jangan hanya kita ajarkan untuk menjaga lingkungan, tetapi bagaimana bisa menghasilkan nilai tambah. Sehingga mereka berfikir bahwa alam yang baik itu, justru mahal," tegasnya.
Populasi Nelayan Menyusut dan Hasil Tangkapan Menurun
Kondisi lain yang mendasari dorongan pengembangan ekonomi di sektor kelautan berbasis potensi lokal adalah jumlah nelayan yang semakin menyusut serta kondisi area tangkap yang tercemar akibat perubahan iklim.
Muslim mengatakan, saat ini hanya ada sekitar 65 ribu nelayan dari yang sebelumnya mencapai ratusan ribu. "Nelayan kita agak menyusut, kita berharap ada substitusi generasi," kata Muslim.
Dinas Perikanan dan Kelautan NTB
kearifan lokal
NTB Makmur Mendunia
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan NTB Muslim
| NTB Dorong Pengolahan Udang di Daerah untuk Dongkrak Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja |
|
|---|
| NTB Jadi Produsen Udang Vaname Terbesar di Indonesia dengan 198.000 Ton Per Tahun |
|
|---|
| NTB Punya 130 Ekor Hiu Paus, Dinas Kelautan Soroti Tantangan Penegakan Aturan di Lapangan |
|
|---|
| Kolaborasi Kelautan dan Pariwisata: NTB Bidik Efisiensi Logistik dan Pemerataan Ekonomi |
|
|---|
| Dinas Kelautan NTB: Insentif untuk Investor Wajib Dibayar dengan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Plt-Kepala-Dinas-Tenaga-Kerja-dan-Transmigrasi-Disnakertrans-NTB-Muslim.jpg)