Kamis, 23 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Dinas Perikanan dan Kelautan NTB

NTB Kembangkan Ekonomi Pesisir Berbasis Kearifan Lokal

Dislutan NTB mendorong pengembangan ekonomi pesisir secara merata dengan memprioritaskan kearifan lokal.

Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Laelatunniam
DOK. DISNKERTRANS NTB
EKONOMI PESISIR - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim. Dislutan NTB mendorong pengembangan ekonomi pesisir secara merata dengan memprioritaskan kearifan lokal, seperti budidaya lobster di Lombok Timur dan wisata mangrove di Lombok Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Dislutan NTB mendorong pengembangan ekonomi pesisir secara merata dengan memprioritaskan kearifan lokal, seperti budidaya lobster di Lombok Timur dan wisata mangrove di Lombok Barat.
  • Sektor kelautan menghadapi tantangan berupa penyusutan jumlah nelayan dan penurunan hasil tangkapan akibat rusaknya ekosistem laut dan sedimentasi.

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pengembangan potensi ekonomi dari sumber daya kelautan.

Pengembangan ini diprioritaskan secara merata di seluruh wilayah pesisir, tidak hanya terfokus pada wilayah dengan potensi besar saja.

"Walaupun dia sedikit, kita usahakan agar tetap merata," kata Kepala Dislutan NTB, Muslim, kepada TribunLombok.com, Selasa (2/12/2025).

Muslim mengatakan, dalam pengembangan ekonomi ini, pemerintah mendorong agar memprioritaskan kearifan lokal di wilayah pesisir.

Misalnya, di Lombok Timur didorong untuk mengembangkan lobster, sementara di Lombok Barat, pengembangan potensi kelautan justru diarahkan untuk menciptakan wisata mangrove yang menjanjikan.

Diversifikasi Penghasilan Lewat Wisata Bahari

Pengembangan wisata mangrove di Lombok Barat dinilai sangat potensial, terutama dengan seringnya kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Gili Mas. Ini membuka peluang bagi banyak wisatawan untuk berkunjung.

"Mereka tidak bekerja sebagai nelayan, tetapi masih tidak terlepas dari kelautan," kata Muslim.

Bahkan, sebagian besar pemuda di Lombok Barat menggandeng travel agent dalam pengembangan potensi wisata berbasis bahari ini. Pemerintah juga telah memberikan dukungan, seperti membangun tracking mangrove sepanjang 300-400 meter.

"Inikan nanti bisa didapat dari tiket masuk, parkir atau spot lain yang dibangun di dalamnya," jelas Muslim.

Sementara di Lombok Timur, tepatnya di Tanjung Luar, diberikan bantuan berupa perahu wisata yang bisa dimanfaatkan untuk mengantarkan tamu ke beberapa spot di sana.

"Mereka jangan hanya kita ajarkan untuk menjaga lingkungan, tetapi bagaimana bisa menghasilkan nilai tambah. Sehingga mereka berfikir bahwa alam yang baik itu, justru mahal," tegasnya.

Populasi Nelayan Menyusut dan Hasil Tangkapan Menurun

Kondisi lain yang mendasari dorongan pengembangan ekonomi di sektor kelautan berbasis potensi lokal adalah jumlah nelayan yang semakin menyusut serta kondisi area tangkap yang tercemar akibat perubahan iklim.

Muslim mengatakan, saat ini hanya ada sekitar 65 ribu nelayan dari yang sebelumnya mencapai ratusan ribu. "Nelayan kita agak menyusut, kita berharap ada substitusi generasi," kata Muslim.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved