Berita Sumbawa Barat
KSB Siapkan Layanan Kesehatan Terintegrasi di Posyandu
Posyandu di KSB dihajatkan menjadi gerakan yang benar-benar menggerakkan masyarakat.
Penulis: Rozi Anwar | Editor: Wahyu Widiyantoro
Ringkasan Berita:
- Posyandu di KSB dihajatkan menjadi gerakan yang benar-benar menggerakkan masyarakat.
- Dari 232 Posyandu yang aktif setiap bulan, sebanyak 1.471 kader telah mendukung layanan di seluruh siklus hidup—dari ibu hamil hingga lansia.
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Rozi Anwar
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) tengah menggenjot transformasi Posyandu dari sekadar tempat penimbangan balita menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi yang hidup di tengah masyarakat.
Langkah strategis ini dimatangkan dalam Pertemuan Penyusunan Program Kerja Bidang Kesehatan Tim Pembina Posyandu Tahun 2027 yang digelar di Aula Hanipati Resto, pada Selasa (21/4/2026).
Kepala Dinas Kesehatan KSB Dr Carlof memaparkan capaian positif sekaligus pekerjaan rumah.
Dari 232 Posyandu yang aktif setiap bulan, sebanyak 1.471 kader telah mendukung layanan di seluruh siklus hidup—dari ibu hamil hingga lansia.
"Ada 95,45 persen kader telah mengikuti pelatihan, namun 67 kader lainnya masih belum terlatih dan menjadi target penyelesaian tahun ini," kata Carlof.
Baca juga: Gubernur Iqbal Sebut Kader Posyandu The Real Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pertemuan tersebut menyoroti sejumlah fokus, penguatan layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan melalui Posyandu, peningkatan cakupan ibu hamil, menyusui, dan balita, deteksi dini stunting, penguatan kapasitas kader, serta digitalisasi data dan pelaporan.
"Pendekatan baru mabar Posyandu kami dorong untuk mengintegrasikan layanan kesehatan dengan pemberian makanan bergizi bagi kelompok sasaran," jelasnya.
Terpisah Wakil Bupati KSB Hanipah, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci utama keberhasilan program.
"Kita harus berkolaborasi. Kalau kita kerja sendiri-sendiri tentu tidak akan bisa maksimal dan tentu lama akan mencapai sasaran," ujar Hanipah.
Hanipah menekankan bahwa Posyandu harus menjadi gerakan yang benar-benar menggerakkan masyarakat.
Penguatan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, penanganan TBC, hingga perubahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi fokus bersama.
Dengan langkah ini, manfaat dari visi KSB Maju diharapkan semakin nyata dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Tetapi kalau ketika kita bisa berkolaborasi bersama, tentu semua yang kita ajarkan akan bisa terlaksana dengan baik," tutupnya.
(*)
| Pemancing Terseret Arus di Perairan Maluk Ditemukan Meninggal |
|
|---|
| Rekrutmen CPNS 2026 Segera Dibuka, Pemkab Sumbawa Barat Ajukan 414 Formasi |
|
|---|
| ASN KSB Bersiap WFH, Kendaraan Dinas Dipangkas 50 Persen |
|
|---|
| Gubernur NTB Rayu Maskapai Buka Rute Penerbangan ke Bandara Poto Tano |
|
|---|
| Pemda KSB Siapkan Anggaran Rp5 Miliar dan Akses ke Enam Kampus Top Indonesia untuk Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/posyandu_ksb_393838.jpg)