Minggu, 26 April 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Opini

Otonomi Daerah yang Tersisa

Ada sesuatu yang berubah dalam cara negara hadir di daerah. Ia tidak menghilang, justru semakin terasa.

Editor: Laelatunniam
TRIBUNLOMBOK.COM
OPINI - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik. 

Karena itu, jalan ke depan tidak cukup dengan memilih antara sentralisasi atau desentralisasi. Yang dibutuhkan adalah merancang ulang relasi keduanya.

Negara perlu beralih dari logika kontrol menuju logika pembelajaran. Penguatan kapasitas daerah harus menjadi prioritas utama, bukan digantikan oleh penarikan kewenangan. Akuntabilitas perlu dibangun melalui transparansi dan evaluasi, bukan melalui sentralisasi berlapis.

Pendekatan desentralisasi yang lebih adaptif bahkan asimetris dapat menjadi jalan tengah. Daerah dengan kapasitas tinggi diberi ruang lebih luas, sementara daerah yang masih lemah diperkuat melalui pembinaan yang sistematis.

Otonomi bukan soal siapa memegang kewenangan,
tetapi tentang bagaimana negara membangun kepercayaan.

Tanpa kepercayaan, kewenangan sebesar apa pun akan kehilangan makna. Dan tanpa kemampuan untuk belajar dari relasi pusat dan daerahnya sendiri, negara hanya akan bergerak dalam lingkaran yang sama, terlihat stabil, tetapi sesungguhnya rapuh.

Otonomi daerah belum hilang.
Namun yang tersisa hari ini bukan lagi ruang kebebasan, melainkan ruang pelaksanaan.

Dan jika keadaan ini terus dibiarkan, maka yang perlahan menghilang bukan hanya otonomi, melainkan alasan bagi rakyat untuk percaya.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved