Pesan Ramadan
Ramadan dan Magnet Pemimpin Tanpa Pencitraan
Pemimpin yang sukses sebagai magnet akan selalu dicintai oleh siapun karena energy positif selalu terpancar dan tertransmisi pada staf dan raknyatnya.
Oleh: Prof. Dr. Kadri, M.Si
Guru Besar Ilmu Komunikasi UIN Mataram
Ramadan dan pemimpin dapat dikaitkan dengan cara mengidentifikasi dan mentransfer nilai-nilai yang terkandung dalam Ramadan untuk dijadikan sebagai spirit bagi pemimpin dalam memimpin. Nilai-nilai yang bersumber dari Ramadan tidak hanya berasal dari esensi ajaran rukun Islam tersebut tetapi juga dari hasil pemaknaan terhadap cara atau tradisi umat Islam dalam mengisi dan meraih keberkahannya.
Ramadan tidak hanya memberi rahmat ukhrawi tetapi juga duniawi. Ramadan tidak hanya membahagiakan umat Islam, tetapi juga umat lain yang bisa memanfaatkan eksistensinya sebagai momentum untuk mencari rezeki.
Di sinilah salah satu wujud rahmatan lil alamin-nya bulan Ramadan, yang spiritnya dapat diadopsi oleh pemimpin dalam berbagai level. Kepala daerah misalnya, dituntut untuk bisa kreatif dan produktif lewat kebijakannya sehingga dapat mendatangkan ‘rahmat’ bagi semua warga.
Sikap ini penting untuk diterapkan oleh pemimpin yang dilahirkan oleh pilkada langsung. Godaan dan ‘paksaan’ tim sukses serta kelompok masyarakat yang merasa telah memilihnya, membuat kepala daerah sulit untuk berlaku adil bagi semua rakyat.
Oleh karena itu, keinginan pemimpin daerah untuk bersikap adil dan mendatangkan rahmat bagi seluruh warga harus bisa mengalahkan godaan tim sukses yang terus menuntut perlakuan khusus.
Keistimewaan bulan Ramadan tidak terlepas dari amalan ibadah puasa wajib yang dilakukan umat Islam. Banyak nilai yang diajarkan lewat ibadah puasa, salah satunya tentang kejujuran dan antipencitraan. Puasa dan tidaknya seseorang hanya diketahui pelaku dan Tuhan, karena wujudnya tidak terlacak oleh indera orang lain seperti ibadah sholat, haji dan ibadah lainnya.
Pemimpin dituntut untuk bekerja dengan penuh keseriusan dan keikhlasan, tanpa berharap bahwa apa yang dilakukan mesti harus diketahui orang lain. Memang tidak mudah bagi pemimpin untuk melakukan kegiatan tanpa publikasi di era politik pencitraan saat ini.
Baca juga: Merajut Harmoni Ramadan dalam Komunikasi Berbasis Cinta
Publikasi dan pencitraan telah menjadi ritual yang menyertai setiap aktivitas sang pemimpin. Tidak ada yang salah dengan publikasi dan pencitraan, tetapi menjadi tidak tepat bila seorang pemimpin hanya memikirkan pencitraan dan publikasi dengan mengabaikan proses, manfaat dan kontribusi program yang dilakukannya bagi rakyat.
Kejujuran dan antipencitraan juga mesti dipraktekkan di level staf dan pegawai. Hal ini bisa ditunjukkan dengan bekerja serius tanpa harus berniat untuk cari muka (carmut) pada pimpinan. Carmut adalah bentuk lain dari pencitraan yang dilakukan staf, dengan selalu mengorientasikan pekerjaan untuk kesenangan, dipuji, dan diketahui oleh pimpinan.
Oleh karena itu, seorang atasan (pemimpin) dituntut untuk cermat menilai kinerja bawahannya, agar tidak ‘dikibuli’ staf yang hanya berorientasi pencitraan. Pemimpin mesti menggunakan cara atau metode yang komprehensif untuk menilai kinerja staf, sembari mengabaikan sikap like dan dislike serta berbagai sikap subjektif lainnya.
Staf yang carmut adalah termasuk golongan opurtunis yang menjadi ‘virus’ birokrasi, karena tradisi carmut mencederai prinsip birokrasi yang melayani (melayani rakyat).
Keistimewaan Ramadan telah menjadikannya sebagai magnet bagi siapapun, sehingga tidak heran bila kehadirannya didambakan. Sebagai magnet, Ramadan akan menularkan energinya kepada siapapun yang mendekatinya.
Bila besi digosokkan terus menerus ke magnet, maka sifat magnet akan ditransfer (melekat) pada besi tersebut sehingga besi itu berubah nama menjadi magnet. Orang yang berpuasa dan mengamalkan amaliah lainnya akan keciprat rahmat dan keistimewaan Ramadan.
Pemimpin yang baik adalah yang bisa menjadi magnet bagi anak buahnya atau bagi rakyatnya. Dalam konteks inilah seorang pemimpin harus memiliki kelebihan dalam banyak hal, karena dia akan dipedomani dan akan menularkan energy positif kepada staf dan rakyat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Kadri-Prof.jpg)