Senin, 18 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pesan Ramadan

Ramadan dan Magnet Pemimpin Tanpa Pencitraan

Pemimpin yang sukses sebagai magnet akan selalu dicintai oleh siapun karena energy positif selalu terpancar dan tertransmisi pada staf dan raknyatnya.

Tayang:
Editor: Sirtupillaili
TRIBUNLOMBOK.COM
Prof. Dr. Kadri, M.Si - Penulis merupakan Guru Besar Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. 

Pemimpin yang sukses sebagai magnet akan selalu dicintai oleh siapun karena energy positif selalu terpancar dan tertransmisi pada staf dan raknyatnya. Kehadirannya selalu dirindukan, statemen dan ucapanya senantiasa dinanti, sentuhan kebijakan dan karya besarnya terus didamba. Pemimpin seperti ini tidak membutuhkan biaya pencitraan, sehingga setiap kontestasi politik yang diikutinya tidak berbiaya tinggi (high cost).

Pemimpin yang memiliki magnet dan pemancar energy positif pasti dicintai rakyatnya. Bahkan setelah wafatnya pun masyarakat selalu mengenangnya lewat karya-karyanya (amal jariahnya), termasuk makamnya yang menjadi pusat ziara para pengikut karena magnet dan energy positifnya diyakini masih tersimpan dimakamnya. Kenyataan ini semakin menyakinkan kita untuk tidak ragu mengatakan bahwa “manfaat dan kontribusi pemimpin yang baik tidak pernah berakhir walau napasnya sudah terhenti”. 

Bila kita berziara ke makam para wali dan tokoh agama, kita bisa menyaksikan betapa banyak orang yang mendapatkan manfaat dari keberadaan makamnya. Sebut di antaranya, penjual, tukang parkir, dan penyedia jasa lainnya. 

Kenyataan ini mempertegas kebenaran ungkapan orang awam yang berujar bahwa “Matinya saja masih bermanfaat, apalagi saat hidupnya”. Oleh karena itu untuk mengukur tingkat ketokohan seorang pemimpin adalah di saat yang bersangkutan tidak berkuasa dan setelah pemimpin itu tiada (wafat).

Keberkahan dan semarak religius bulan Ramadan juga dikontribusi oleh amaliah dan do’a umat Islam yang melaksanakan puasa. Kesamaan gerak dan spirit ibadah umat Islam selama Ramadan menjadi kekuatan yang terakumulasi menjadi daya religius tinggi sehingga secara kasat mata terlihat betapa nuansa Islami terus terpancar di seantero bumi. 

Inilah salah satu potret kesamaan langkah komunitas yang berefek positif bagi diri dan kelompok serta lingkungan. Di antara tugas seorang pemimpin adalah membangun kebersamaan kelompok (team work) sebagai kekuatan dalam menggerakkan organisasi. Tidak ada sukses seorang pemimpin tanpa akumulasi sukses dari bawahannya.  

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved