Berita Lombok Timur
Jatah Pupuk untuk Petani Lombok Timur 2024 50 Kg Per Hekar
Pada tahun 2024 ini jatah pupuk yang didapatkan petani Lombok Timur menurun hingga 50 persen
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Idham Khalid
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Para petani di Kabupaten Lombok Timur (Lotm) hingga saat ini masih kesulitan dalam mendapatkan pupuk bersubsidi.
Pada tahun 2024 ini jatah pupuk yang didapatkan petani menurun hingga 50 persen. Tahun sebelumnya, jatah pupuk untuk petani mencapai 100 kilogram per hektar, kini menjadi 50 kilogram per hektar per musim tanam.
"Kebijakan ini langsung dari pusat. Petani tidak cukup dengan jatah itu. Sementara kita kan menyalurkan pupuk ini sesuai dengan yang ada di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok),” ucap salah seorang Pengecer asal Kecamatan Jerowaru, Senin (28/10/2024).
Dikatakannya, jika melihat musim tanam sebelumnya dalam sekali musim tanam kebutuhan pupuk masing-masing petani mencapai 2-4 kuintal. Sehingga jatah yang terutang di RDKK sangat kurang.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Lotim memastikan ketersediaan pupuk untuk petani pada musim tanam III tahun ini tetap aman dan memenuhi kebutuhan petani. Hal ini dipastikan dengan melihat ketersediaan pupuk yang ada.
"Insyaallah tetap aman. Karena kita ketersediaan pupuk kita masih cukup banyak, apa lagi tahun ini kita sudah tiga kali mendapatkan penambahan," terang Kepala Dinas Pertanian Lotim, Sahri.
Dikatakan Sahri, sejauh ini Lotim sudah mendapatkan tiga kali penambahan kouta pupuk. Jumlah ketersediaan pupuk Lotim saat ini sebanyak 33. 313,62 ton untuk pupuk Urea. Kemudian pupuk NPK 27.224 ton. Kemudian NPK Plus 51.000 ton. Dan pupuk organik sebanyak 30.226,9 ton.
"Pada penambahan ketiga ini untuk pupuk Organik hanya Lotim yang mendapatkan penambahan dari 10 kabupaten/kota di NTB ini. Nah itulah tujuan dari rapat ini untuk mengetahui di mana pupuk-pupuk ini, jangan sampai pada saat petani membutuhkan pupuknya tidak ada," katanya.
Baca juga: Memasuki Musim Hujan, Pjs Bupati Sumbawa Serahkan Alsintan untuk Petani
Pada akhir tahun 2023 Distan Lotim telah menyusun RDKK. Data RDKK ini disebut juga terus diupdate setiap empat bulan sekali untuk memasukkan petani atau kelompok tani yang belum terdaftar.
“Jiak masih ada petani yang tidak masuk pada RDKK murni karena kelalin petani sendiri,” sebutnya.
.
Dipastikan pada musim tanam ini, distribusi pupuk kepada petsni tidak akan terlambat dan tidak terjadi kelangkaan pupuk.
Terlebih kata dia sekitar 47 persen pupuk belum tertebus, ditambah lagi dengan pupuk organik belum ada yang tertebus.
"Pupuk organik kita sampai sekarang belum ada yang tertebus. Karena masih banyak petani kita yang menggapai pupuk organik itu berat, kurang bagus dan macem-macem," umgkap Sahri.
"Padahal yang paling bagus itu adalah menggunakan dua pupuk baik organik maupun non organik. Insyaallah musim tanam yang akan datang kebutuhan pupuk petani akan aman," tutupnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.