Pilkada 2024
Deretan 5 Caleg Gagal Terpilih pada Pemilu yang Kini Maju Pilkada 2024
Berikut ini daftar calon legislatif (Caleg) di NTB yang gagal terpilih pada Pemilu dan kini maju Pilkada 2024
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Berikut ini daftar calon legislatif (Caleg) di NTB yang gagal terpilih di Pemilu dan kini maju di Pilkada 2024.
Sejumlah nama Caleg ini bahkan termasuk petahana DPRD di tingkat kabupaten/kota maupun DPR RI yang tidak bisa mengamankan kursinya.
Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6 Bambang Mei Finarwanto menunjukkan politisi yang memiliki resiliensi tinggi dan ketangguhan mental luar biasa dalam semangat demokrasi.
“Resiliensi itu kemampuan untuk bangkit kembali dari kegagalan atau kesulitan. Dalam politik, tidak ada yang lebih mengagumkan daripada menemukan seseorang yang bangkit dari kegagalan untuk mencoba lagi,” kata Didu, sapaan karibnya, di Mataram, Rabu (22/5/2024).
Didu tak menampik jika ada sejumlah kalangan yang menilai hal tersebut sebagai ambisi politik.
Baca juga: PKB Tetapkan 3 Nama Bakal Calon Bupati di NTB untuk Pilkada 2024
Namun, sesungguhnya, hal tersebut adalah ambisi politik yang sangat sehat dan patut diapresiasi.
Lalu siapa saja 5 Caleg gagal terpilih yang kini maju Pilkada 2024?
Burhanuddin Jafar Salam merupakan politisi Gelora yang mencalonkan diri menjadi anggota DPRD NTB dari Dapil 4 Sumbawa.
BJS, yang pernah 3 periode anggota DPRD NTB dari PAN maju menjadi calon Bupati Sumbawa di Pilkada 2024.
Sebelumnya pada Pilkada 2020, BJS menjadi calon wakil bupati mendampingi Nurdin Ranggabarani.
Baca juga: Strategi KPU Kota Mataram Genjot Partisipasi Pemilih Pilkada 2024
Syamsul Luthfi merupakan anggota Komisi X DPR RI dari Partai Nasdem selama 2 perriode 2014-2018 dan 2019-2024.
Luthfi mencalonkan diri lagi pada Pemilu 2024 dari Dapil NTB II atau Pulau Lombok.
Namun hasilnya, posisinya tergeser rekan sesama partai, Fauzan Khalid yang juga mantan Bupati Lombok Barat.
Luthfi sudah mendeklarasikan diri maju di Pilkada Lombok Timur sebagai calon bupati.
Sebelumnya, Luthfi pernah menjabat Wakil Bupati Lombok Timur 2008-2013.
Politisi PKS Suryadi Jaya Purnama adalah anggota DPR RI dari Dapil NTB II.
SJP, sapaan karibnya, juga gagal terpilih lagi pada Pemilu 2024.
SJP dikabarkan mencalonkan diri menjadi calon Bupati Lombok Timur.
Ruslan Turmudzi adalah anggota DPRD NTB yang pada Pemilu 2024 tidak terpilih lagi.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB ini kini mencalonkan diri sebagai Bupati Lombok Tengah pada Pilkada 2024 berpasangan dengan Masrun.
Baca juga: KPU Kota Bima Luncurkan Pilkada 2024, Ajak Masyarakat Buang Stigma Negatif
5. Karman
Caleg DPR RI Dapil Pulau Lombok dari PKS Karman gagal melenggang ke Senayan berdasarkan hasil Pemilu 2024.
PKS meraih satu kursi DPR RI yang diwakili Abdul Hadi.
Karman, yang merupakan Ketua Himpunan Masyarakat Lombok (Himalo) mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Mataram pada Pilkada 2024.
Beda Karakteristik Pileg dan Pilkada
Didu menyebut kegagalan dalam pemilihan legislatif dianggap sebagai batu loncatan alih-alih sebagai akhir dari karir politik.
Kegagalan dianggap sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri sehingga lebih siap untuk peran yang lebih besar.
”Hanya mereka yang memiliki identitas diri yang kuat sebagai pemimpin yang bisa melakukan hal begini,” ucap Didu.
Ada banyak contoh, bagaimana mereka yang gagal di pemilu legislatif namun ketika memilih bertarung sebagai kepala daerah, mereka terpilih dan menjadi pemimpin daerah yang berprestasi.
Salah satunya adalah Dedy Mulyadi, yang sebelumnya gagal terpilih sebagai anggota DPRD Purwakarta namun terpilih sebagai bupati dua periode.
Dedy kini adalah Anggota DPR RI peraih suara terbanyak dari daerah pemilihannya.
”Ini menunjukkan bagaimana sebuah kegagalan dapat menjadi batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar,” kata Didu.
Didu menjelaskan, hal ini menunjukkan bahwa mereka dapat mengartikulasikan kegagalan sebagai pelajaran dan menunjukkan cara untuk bangkit kembali lalu menang.
Didu melihat, majunya sejumlah politisi yang sempat gagal di Pileg dalam Pesta Demokrasi Pilkada Serentak, adalah sebuah langkah yang sangat positif bagi demokrasi.
Kehadiran mereka yang sempat gagal tersebut, dapat mendorong partisipasi politik yang lebih luas.
”Ini adalah modal yang sangat dibutuhkan untuk proses demokrasi yang sehat,” kata Didu.
Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini mengemukakan, fenomena tersebut menunjukkan adanya ketahanan dalam sistem demokrasi di NTB.
Di mana individu diberi kesempatan untuk belajar dari kegagalan dan berkontribusi kembali. Sebuah hal yang dapat memperkuat institusi demokrasi dengan menekankan pentingnya kontinuitas dan pembelajaran dalam proses politik.
Lagi pula kata Didu, lanskap Pileg dan Pilkada juga berbeda.
Meski sama-sama pesta demokrasi, dinamika dan tantangan Pileg dan Pilkada sangat berbeda.
Pemilihan legislatif biasanya lebih kompetitif karena melibatkan banyak calon dari berbagai partai politik.
Sementara pemilihan kepala daerah seringkali lebih terfokus pada individu calon.
Seseorang yang gagal di Pileg, kata Didu, akan memiliki peluang lebih besar untuk menang dalam pemilihan kepala daerah, karena figur diri bisa lebih mudah menonjol sebagai individu dibandingkan dalam persaingan legislatif yang lebih ramai.
Selain itu, mereka juga umumnya maju bukan dengan tangan kosong.
Turut serta dalam kontestasi Pileg menjadikan mereka telah memiliki basis dukungan yang signifikan dari kampanye Pileg sebelumnya.
Basis dukungan ini bisa berupa jaringan partai, relawan, dan pemilih yang loyal.
Pada saat yang sama, model kampanye untuk pemilihan kepala daerah seringkali lebih personal dan terfokus pada isu-isu yang spesifik.
Sehingga mereka yang telah memiliki pengalaman kampanye di pemilu legislatif, akan dapat lebih efektif berkomunikasi dengan pemilih ketika ikut Pilkada.
”Kuncinya sekarang tinggal bagaimana memulihkan dan mempertahankan kepercayaan masyarakat. Jika masyarakat melihat mereka sebagai individu yang gigih dan berkomitmen, hal ini dapat mendekatkan pada kemenangan,” tutup Didu.
(*)
Caleg
NTB
Pilkada 2024
Mi6
Burhanuddin Jafar Salam
Syamsul Luthfi
Suryadi Jaya Purnama
Ruslan Turmudzi
Karman
| Bawaslu NTB Tegaskan Penguatan Demokrasi Tetap Digencarkan Meski Pilkada 2024 Usai |
|
|---|
| Putusan Sidang Pendahuluan Sengketa Hasil Pilkada 2024 Dibacakan MK 4-5 Februari 2025 |
|
|---|
| Bawaslu NTB Susun Outlook Penguatan Demokrasi 2025, Ajak Kepala Daerah Tindaklanjuti Problem Pilkada |
|
|---|
| Catatan Bawaslu NTB tentang Pilkada 2024 Terkait Inovasi dan Anggaran |
|
|---|
| Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Dilantik Serentak Presiden Prabowo 6 Februari 2025 di Jakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/luthfi-sjp-bjs-ruslan-karrman.jpg)