Minggu, 3 Mei 2026
NTB Makmur Mendunia
NTB Makmur Mendunia

Pilkada 2024

Deretan 5 Caleg Gagal Terpilih pada Pemilu yang Kini Maju Pilkada 2024

Berikut ini daftar calon legislatif (Caleg) di NTB yang gagal terpilih pada Pemilu dan kini maju Pilkada 2024

Tayang:
Kolase TribunLombok.com/Istimewa
(Kiri ke kanan) Syamsul Luthfi, Suryadi Jaya Purnama, Burhanuddin Jafar Salam, Ruslan Turmudzi, Karman. Berikut ini daftar calon legislatif (Caleg) di NTB yang gagal terpilih pada Pemilu dan kini maju Pilkada 2024. 

Kegagalan dianggap sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri sehingga lebih siap untuk peran yang lebih besar.

”Hanya mereka yang memiliki identitas diri yang kuat sebagai pemimpin yang bisa melakukan hal begini,” ucap Didu.

Ada banyak contoh, bagaimana mereka yang gagal di pemilu legislatif namun ketika memilih bertarung sebagai kepala daerah, mereka terpilih dan menjadi pemimpin daerah yang berprestasi.

Salah satunya adalah Dedy Mulyadi, yang sebelumnya gagal terpilih sebagai anggota DPRD Purwakarta namun terpilih sebagai bupati dua periode.

Dedy kini adalah Anggota DPR RI peraih suara terbanyak dari daerah pemilihannya.

”Ini menunjukkan bagaimana sebuah kegagalan dapat menjadi batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar,” kata Didu.

Didu menjelaskan, hal ini menunjukkan bahwa mereka dapat mengartikulasikan kegagalan sebagai pelajaran dan menunjukkan cara untuk bangkit kembali lalu menang.

Didu melihat, majunya sejumlah politisi yang sempat gagal di Pileg dalam Pesta Demokrasi Pilkada Serentak, adalah sebuah langkah yang sangat positif bagi demokrasi.

Kehadiran mereka yang sempat gagal tersebut, dapat mendorong partisipasi politik yang lebih luas.

”Ini adalah modal yang sangat dibutuhkan untuk proses demokrasi yang sehat,” kata Didu.

Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini mengemukakan, fenomena tersebut menunjukkan adanya ketahanan dalam sistem demokrasi di NTB.

Di mana individu diberi kesempatan untuk belajar dari kegagalan dan berkontribusi kembali. Sebuah hal yang dapat memperkuat institusi demokrasi dengan menekankan pentingnya kontinuitas dan pembelajaran dalam proses politik.

Lagi pula kata Didu, lanskap Pileg dan Pilkada juga berbeda.

Meski sama-sama pesta demokrasi, dinamika dan tantangan Pileg dan Pilkada sangat berbeda.

Pemilihan legislatif biasanya lebih kompetitif karena melibatkan banyak calon dari berbagai partai politik.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved