Pilkada 2024

Karman Didorong Maju Pilkada Kota Mataram 2024, Bisa Jadi Representasi Calon Muda

Karman BM merupakan putra daerah yang lahir di Mataram sehingga wajar memiliki keinginan untuk mengabdi bagi daerah kelahirannya

ISTIMEWA
Putra daerah Kota Mataram Karman. Karman BM merupakan putra daerah yang lahir di Mataram sehingga sudah sewajarnya memiliki keinginan untuk mengabdi bagi daerah kelahirannya. 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Nama Ketua Umum Himpunan Masyarakat Lombok (Himalo) Karman BM digadang-gadang maju sebagai bakal calon Walikota atau Wakil Walikota Mataram pada Pilkada 2024.

Beredar flyer Karman berpasangan dengan Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman.

Bahkan elemen organisasi seperti KNPI NTB mendukung langkah Karman untuk maju di Pilkada Kota Mataram

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Ihsan Hamid, mengatakan Karman memiliki potensi yang kuat untuk maju.

Dia mengatakan, saat ini nama Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana tengah digadang maju dalam Pilgub NTB 2024.

Baca juga: Kontestasi Pilkada Kota Mataram 2024 Ditaksir Bakal Sengit

Hal itu membuka persaingan bagi calon lain untuk berkontetasi di Mataram.

“Segmentasi calon muda ini akan banyak muncul. Salah satunya potensial ya putra asli Kota Mataram ada Bang Karman, Baihaqi bisa berpeluang muncul. Segmen pemuda juga ada dr Jack,” kata Ihsan, dihubungi Jumat (26/4/2024).

Karman dinilai memiliki banyak keunikan yang menjadi bekal untuk bersaing.

Salah satunya adalah merupakan seorang aktivis pergerakan.

“Bang Karman punya keunikan khusus, selain background aktivis, dia mantan Ketum OKP tingkat nasional ini menjadi bonus. Tentu kita sangat mendorong tampilnya anak muda di Mataram untuk menjadi calon wali kota atau wakil,” ujar Direktur Riset MAC-Project ini.

Baca juga: Belum Tentukan Sikap di Pilkada NTB 2024, Mohan Roliskana Masih Tunggu Hasil Survei

Karman memiliki pengalaman bersentuhan langsung dengan elit politik. Apalagi saat ini dia merupakan Kader PKS.

“Pertama kita harus apresiasi semangat Bang Karman, karena punya pengalaman dalam dunia pergerakan, bersentuhan sama elit politik dan kini juga tercatat sebagai kader Parpol, maka sudah sangat punya kompetensi dan kemampuan yang tidak diragukan lagi,” kata Ihsan.

Selain itu Karman memiliki jaringan di lembaga maupun kementerian di Ibu Kota.

Ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi sosok usia muda seperti Karman.

“Kedua, Bang Karman punya jaringan lembaga dan kementerian yang luas di Jakarta, karena tumbuh dan besar di Jakarta, melalui pengalaman organisasi yang dirintis dari bawah yaitu GPII,” katanya.

“Orang yang punya pengalaman menjadi ketum di level nasional akan diikuti dengan jaringan yang begitu luas apalagi Bang Karman juga tercatat pernah menjadi komisaris salah satu anak perusahaan BUMN di pusat.

"Maka jika terpilih menjadi walikota atau wakil sy liat dia akan mampu membawa relasi dan kegiatan atau program yang berkorelasi langsung dengan pembangunan di Kota Mataram,” sambung Dr Ihsan.

Selain itu Karman BM merupakan putra daerah yang lahir di Mataram sehingga sudah sewajarnya memiliki keinginan untuk mengabdi bagi daerah kelahirannya sendiri.

“Tentu punya penjiwaan yang bagus untuk membangun kota. Dia merupakan putra daerah yang lahir di Mataram, sehingga wajar jika punya keinginan untuk mengabdi,” ungkapnya.

“Terakhir, karena dia merupakan putra Kota Mataram tentu berkorelasi terhadap basis elektoral menjadi bonus. Selain karena pernah menjadi Caleg, tentu modal elektoral plus lahir di Mataram. Tentu punya jaringan organisasi lebih jauh, itu bisa jadi basis elektoral,” sebutnya.

Baca juga: Mohan Roliskana Timbang-timbang Maju Pilgub NTB atau Tetap Bertarung di Pilkada Mataram

Ihsan meyakini Karman akan didukung Parpol. Tidak hanya PKS, namun partai lainnya akan tertarik.

“Ketika namanya muncul, tentu komunikasi partai dilakukan,” katanya.

Kendati pun nanti Mohan batal ikut dalam Pilgub NTB, Mohan dinilai tidak sekuat yang dibayangkan.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi..

“Masih berpotensi dikalahkan pesangan lain selama konsolidasi, finansial, dukungan pemilih muda yg bagus, dan alasan rasionalitas pemilih lainya bagus dimaksimalkan. Tapi tentu strategi mengalahkan incumbent tidak mudah, tapi punya peluang dikalahkan,” ujarnya.

(*)

Sumber: Tribun Lombok
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved