Berita Lombok Timur
Diresmikan 2021, Sentra Kuliner Terara di Lombok Timur Mati Suri
Sentra Kuliner Terara (SKT) yang sebelumnya diresmikan secara langsung mantan Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy kini terkesan mati suri.
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Endra Kurniawan
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Sentra Kuliner Terara (SKT) yang sebelumnya diresmikan secara langsung mantan Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy pada tahun 2021 lalu, kini tak terkelola dengan baik dan terkesan mati suri.
Pasalnya, SKT yang dibangun sebelumnya diharapkan sebagai tempat memperkenalkan kuliner khas masyarakat Lombok Timur itu saat ini sepi, bahkan pada momen Ramadhan 1445 ini SKT tak digunakan para pedagang sama sekali.
Setidaknya, ada belasan lapak yang disiapkan tidak terisi, para Pedagang Kaki Lima (PKL) hanya mengisi bagian depan saja.
Salah seorang pengunjung, Maesal Wahyu Hidayat mengatakan kalau tahun tahun sebelumnya masih ada kegiatan di SKT ini, namun tahun ini tidak ada sama sekali.
"Ramadhan kemarin masih ada bazar Ramadhannya, banyak kegiatan di sini, bahkan ada lomba, tapi sekarang nggak ada," ucap pria yang akrab disapa Esan itu, Rabu (3/4/2024).
Padahal kata dia, lokasi dari SKT sendiri terbilang strategis, yakni berada persis dipinggir jalan provinsi yang menghubungkan Kota Mataram dan Labuhan Lombok.
Esan menilai momen Ramadhan merupakan waktu yang pas untuk menghidupkan kembali SKT.
Baca juga: Berburu Takjil di Sentra Kuliner Terara, Sate Bantingan hingga Ayam Rarang
"Ini kan banyak pemudik yang lewat yang akan ke Sumbawa, Bima, atau sebaliknya, jadi sayang sekali kalau dioptimalkan," singkatnya.
Dilain pihak, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Hasni sebelumnya juga telah mengimbau bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mengoptimalkan sentra kuliner yang ada di daerah
"Sentra kuliner yang sudah ada misalnya di Terara itu kita berharap makanya dari pengelola yang sudah diberikan dimaksimalkan penggunaannya," kata Hasni.
Pihaknya juga kedepan akan mendorong para UMKM tersebut untuk mengisi tiap-tiap sentra kuliner yang disediakan.
Khusus di 3 kecamatan kata dia, yakni di Terara, Masbagik, dan Selong sudah memiliki tempat tersendiri yang akan digunakan sebagai sentra kuliner selama Ramadhan.
"Seperti nanti kalau di Masbagik kita pakek Lapangan Umum, di Selong ada PTC (Pancor Trade Canter), dan Sentra Kuliner Terara," ungkapnya.
Untuk itu, ia juga mengimbau untuk para UMKM mencoba menggunakan fasilitas yang disediakan lebih masif di bulan Ramadhan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.