Dinas Perdagangan NTB Nilai Kenaikan Harga Cabai Masih Wajar, Sebut Gara-gara Permainan Pasar
Harga cabai di NTB yakni Rp 60 ribu per kilogram, sementara daerah di luar NTB sudah mencapai Rp 130 ribu per kilogram
Penulis: Robby Firmansyah | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Kenaikan harga cabai di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) disebut masih wajar dibandingkan dengan daerah lain yang sudah di atas Rp 100 ribu per kilogram.
Dinas Perdagangan NTB Bq Nelly Yuniarti menjelaskan harga cabai di NTB masih dalam batas wajar yakni Rp 60 ribu per kilogram.
Sementara daerah di luar NTB sudah mencapai Rp 130 ribu per kilogram.
"Yang perlu kita ketahui bahwa cabai NTB, ternyata mensubsidi untuk beberapa provinsi untuk pengendalian nasional," kata Nelly, Senin (4/12/2023).
Baca juga: Update Harga Sembako di NTB Oktober 2023: Telur dan Bawang Merah Makin Murah, Cabai Merangkak Naik
Nelly menjelaskan, stok cabai di wilayah NTB mengalami surplus sehingga saat ini para petani bisa mengirim cabai keluar daerah.
Kenaikan harga cabai di luar daerah inilah yang membuat harga cabai di NTB juga mengalami kenaikan.
"Kita masih terpenuhi, cuma ini permainan pasar bahasanya karena di sana (luar NTB) berani dibayar mahal, petani tersenyum cuma ini pembeli yang harus kita jaga senyumnya," kata dia.
Selain cabai, kenaikan harga bahan pokok juga terjadi pada gula yang masih di kisaran angka Rp 17 ribu per kilogram, sementara harga beras masih di harga normal.
Inflasi yang terjadi di NTB juga mempengaruhi harga bahan pokok.
Baca juga: Dinas Pertanian Lombok Timur Wanti-wanti Petani agar Mulai Beralih dari Tanam Cabai ke Padi
Nelly mengatakan, pemerintah pusat menginstruksikan pemerintah daerah agar bisa menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memberikan subsidi harga saat operasi pasar murah.
"Dari anggaran itu, bisa kita lakukan untuk subsidi harga, karena memang untuk untuk operasi pasar kita harus lakukan subsidi harga," jelas Nelly.
Penjabat Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan kenaikan harga cabai sebagai keberuntungan untuk petani.
"Jangan lihat harga pasar, diamkan dia naik petani mendapatkan keuntungan dari itu," kata Gita.
Untuk mengatasi harga cabai yang mahal tersebut, Gita menyarankan masyarakat sebagai konsumen untuk mencari cara lain misalnya menanam cabai sendiri.
"Dengan kondisi cuaca kita gunakan metode tanam smart farming, selain karena cuaca pasti sawah sawah sekarang diperuntukkan untuk padi jadi tidak nanam-nanam," tutup Gita.
(*)
Polisi Periksa Istri dan Mertua Brigadir Esco, Ungkap Indikasi Penganiayaan |
![]() |
---|
Gerakan Aksi Bergizi Jadi Cara Pemkab Lombok Barat Cegah Stunting dan Sosialisasikan Posyandu 6 SPM |
![]() |
---|
Kurash Internasional Digelar di Lombok, Promosikan Sport Tourism dan Budaya NTBĀ |
![]() |
---|
Wabup Sumbawa Tegaskan Pentingnya Data Valid untuk Atasi Kemiskinan |
![]() |
---|
Maestro Wayang Sasak Lalu Nasib Wafat, Gubernur NTB Sampaikan Duka Cita Mendalam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.