Berita Lombok Timur
Pedagang di Lombok Timur Diperingatkan Agar Tidak Jual Cabai Busuk
Potensi kenaikan harga cabai di Lombok Timur turut mempengaruhi kualitas cabai yang dijual
Penulis: Ahmad Wawan Sugandika | Editor: Wahyu Widiyantoro
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TIMUR - Memasuki musim hujan, sejumlah tanaman cabai di Lombok Timur terancam rusak.
Kondisi ini turut mempengaruhi harga cabai di pasaran yang tembus hingga Rp100 ribu per kilogram.
Potensi kenaikan harga itu juga turut mempengaruhi kualitas cabai yang dijual.
Kerap kali ditemukan pedagang nakal yang mencampurkan cabai busuk dan cabai segar.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Lombok Timur, Ir. Sahri mewanti-wanti para pedagang cabai agar tidak berbuat nakal.
Baca juga: Dinas Pertanian Lombok Timur Wanti-wanti Petani agar Mulai Beralih dari Tanam Cabai ke Padi
"Tentu berbuat nakal itu tidak boleh, kalau sampai ada masyarakat yang mencampur cabainya dengan cabai yang busuk itu tidak lah baik, tidak benar itu," ucap Sahri menjawab TribunLombok.com, Minggu (26/11/2023).
Saat ini Kabupaten Lombok Timur dikenal sebagai champion cabe terbaik di Indonesia.
Dia meminta setiap pedagang ikut menjaga nama baik itu.
Pihaknya menyiapkan skema zonasi tanam cabai untuk mengendalikan stok.
"Zonasi itu yang pertama kita ada di Kerongkong kemudian ada Sambelia, itu kita mau kembangkan tahun ini sudah mulai kemudian ada di Sakra Timur ada juga
di Sekaroh," tuturnya.
Baca juga: Curhat Pedagang Harga Cabai dan Daging Ayam Melambung Tinggi, Telur dan Tomat Melorot
Dia menyinggung perkembangan champion cabai di Lombok Timur.
Sebelumnya pada tahun 2022 champion cabai hanya di lahan 80 hektare.
Tahun 2023 ini tersebar di 200 hektare.
"Dan itu perlu pengembangan melalui zona-zona tadi kemudian yang ketiga tahun depan bisa lah 400 sampai 500 hektar," tutupnya.
Pedagang warung makan asal Terara Lombok Timur Suarni mengeluhkan harga cabai yang mulai naik.
Sebelumnya, dia membeli di pasar Terara dengan harga Rp50 ribu per kilogram. Saat ini merangkak naik hingga Rp70 ribu.
Dampaknya, dia terpaksa harus menaikkan harga jual nasi per bungkus.
Semula Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu sampai Rp15 ribu.
Dia mengaku pernah membeli cabai rusak untuk mengakali harga produksi jualan.
"Apalagi sekarang bukan cuman cabai saja yang mahal tapi juga bahan pokok lainnya seperti bawang merah yang tembus Rp50 ribu per kilo," tutupnya.
(*)
Angka Perkawinan Anak di Lombok Timur Diklaim Menurun |
![]() |
---|
Baznas Lombok Timur Target Penerimaan Zakat Mencapai Rp17,5 miliar di Tahun 2025 |
![]() |
---|
Diduga Putus Cinta, Pria di Lombok Timur Akhiri Hidup dengan Gantung Diri |
![]() |
---|
Wali Murid Khawatir Plafon Ruang Kelas SDN 3 Masbagik Timur Roboh |
![]() |
---|
Bupati Lombok Timur Jembatani Kepentingan Petani dengan Pengusaha Tembakau |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.