NTB
Serka Jeki Dimakamkan Secara Militer, Kasdim 1608/Bima Bertindak Sebagai Inspektur Upacara
Penulis: Atina | Editor: Sirtupillaili
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Atina
TRIBUNLOMBOK.COM, BIMA - Gugur di tempat tugas, prajurit TNI yang ditikam orang tak dikenal (OTK) di Papua, Serka Jeki dimakamkan dengan upacara kemiliteran.
Upacara kemiliteran ini dipimpin langsung Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1608/Bima Mayor Czi Edi Gustaman.
Pemakaman berlangsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Buncu Kecamatan Sape Kabupaten, Kamis (26/1/2023) sekira pukul 13.00 WITA.
Sebelum dilakukan upacara kemiliteran, jenazah diserahterimakan dari pihak keluarga kepada Kodim. 1608/Bima.
Proses upacara kemiliteran berlangsung hidmat, meski mendapatkan perhatian dari ratusan pelayat yang mengantarkan jenazah Serka Jeki ke peristirahatan terakhir.
Baca juga: Keluarga Ungkap Firasat Buruk Sebelum Prajurit TNI Serka Jeki Gugur Ditikam OTK di Papua
Dalam sambutannya, Kasdim menyampaikan rasa belasungkawa yang luar biasa karena kesatuan TNI, kehilangan prajurit terbaik.
"Serka Jeki merupakan putra terbaik bangsa," ungkapnya.
Kasdim berharap, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Ia juga menyampaikan, penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada keluarga besar almarhum Serka Jeki, karena telah membantu Serka Jeki menjalankan tugasnya dengan baik.
Pantauan TribunLombok.com, proses upacara kemiliteran berlangsung 1,5 jam lamanya.
Dua tembakan ke udara menandakan jenazah Serka Jeki, dimasukkan ke liang lahat.
Terlihat istri Serka Jeki yang akrab disapa Nana, tegar melihat sang suami dimasukkan ke liang lahat.
Namun ia akhirnya terlihat lemas, setelah proses pemakaman selesai.
Untuk diketahui, Anggota TNI bernama Serka Jeky, asal Desa Buncu Kecamatan Sape Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinyatakan gugur dalam tugas.
Dia dilaporkan meninggal dunia setelah dibacok dan ditikam oleh Orang Tak Kenal (OTK) di Papua.
Peristiwa mengenaskan tersebut bermula, ketika korban hendak berbelanja di pasar Sinak Kabupaten Puncak Papua Tengah.
Dalam perjalanan, tepat di depan Masjid Arrochim Sinak kampung Gigobak satu, dia tiba-tiba ditikam dan dibacok berulang kali oleh OTK sekitar pukul 17.00 Wita.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lombok/foto/bank/originals/Pemakaman-TNI-BIMA.jpg)